Distan Pangan Provinsi Bali menerima bantuan satu unit mobil penyelamatan pangan. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan pemborosan pangan di Bali mendapat dukungan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali resmi menerima bantuan satu unit mobil penyelamatan pangan yang akan digunakan untuk mengoptimalkan pengumpulan dan pendistribusian pangan layak konsumsi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan kendaraan tersebut tiba di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali pada Senin (3/8) dan diterima langsung oleh Kadistan Pangan Bali, I Wayan Sunada, didampingi Kepala Bidang Ketahanan Pangan.

Mobil penyelamatan pangan merupakan bagian dari komitmen Bapanas dalam memperkuat pelaksanaan program penyelamatan pangan sekaligus mendukung upaya pencegahan kehilangan dan pemborosan pangan (food loss and food waste) di daerah.

Kehadiran kendaraan operasional ini diharapkan meningkatkan efektivitas pengumpulan, pengangkutan, hingga distribusi pangan yang masih layak dikonsumsi agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga:  Distribusi Tersendat, Harga Bahan Pokok di Tabanan Berfluktuasi

Kadistan Pangan Bali, I Wayan Sunada, menyampaikan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional atas dukungan tersebut. Menurutnya, bantuan kendaraan menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun sistem pangan yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional atas bantuan mobil penyelamatan pangan ini. Bantuan ini menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun sistem pangan yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan. Kendaraan ini akan kami manfaatkan secara optimal untuk memperluas jangkauan penyelamatan pangan sehingga semakin banyak pangan yang masih layak konsumsi dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya, Kamis (6/8).

Sunada menjelaskan, mobil tersebut akan difungsikan sebagai sarana operasional untuk menjemput pangan surplus yang masih layak konsumsi dari berbagai sumber. Di antaranya pelaku usaha pangan, hotel, restoran, pusat perbelanjaan, pasar modern, distributor, UMKM pangan, hingga kegiatan pemerintah yang menghasilkan pangan berlebih.

Baca juga:  Susun Pergub Lindungi Produk Lokal, Pemprov Kumpulkan Disperindag se-Bali

Selanjutnya, seluruh pangan yang terkumpul akan melalui proses penyortiran sesuai standar keamanan pangan sebelum didistribusikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, program penyelamatan pangan tidak hanya bertujuan mengurangi jumlah pangan yang terbuang, tetapi juga membangun kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Melalui kendaraan ini, kami ingin memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai mitra agar pangan yang masih layak tidak berakhir menjadi limbah, melainkan menjadi manfaat bagi masyarakat. Inilah bentuk nyata ketahanan pangan yang berkeadilan,” katanya.

Untuk mengoptimalkan program tersebut, Distanpangan Provinsi Bali akan memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, Bank Pangan, Bank Makanan, organisasi sosial, panti asuhan, panti sosial, lembaga keagamaan, komunitas peduli pangan, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta berbagai mitra lainnya yang memiliki kepedulian terhadap penyelamatan pangan.

Baca juga:  Polres Klungkung Ringkus Pengedar Narkoba Jaringan Lapas

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan distribusi pangan layak konsumsi kepada kelompok masyarakat rentan sekaligus meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya mengurangi pemborosan pangan.

Program penyelamatan pangan yang diperkuat melalui bantuan kendaraan ini juga sejalan dengan Gerakan Stop Boros Pangan yang terus didorong Badan Pangan Nasional. Selain menekan food waste, program tersebut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan Zero Hunger atau Tanpa Kelaparan melalui pengurangan kehilangan dan pemborosan pangan di sepanjang rantai pasok hingga tingkat konsumsi.

Dengan dukungan sarana operasional yang lebih memadai dan kolaborasi berbagai pihak, Distanpangan Provinsi Bali optimistis gerakan penyelamatan pangan di Pulau Dewata akan semakin efektif dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mengurangi pemborosan pangan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan menuju Bali yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN