
DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat kondisi pasar kerja di Bali tetap menunjukkan kinerja positif pada Mei 2026. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 1,52 persen, sementara jumlah angkatan kerja dan penduduk yang bekerja sama-sama mengalami peningkatan dibandingkan Februari 2026.
Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan pada Mei 2026 jumlah angkatan kerja di Bali mencapai 2,70 juta orang, meningkat 37,70 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Seiring dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik 0,89 persen poin menjadi 75,52 persen.
“Kalau disederhanakan, sekitar 75 dari setiap 100 penduduk usia kerja sudah menjadi angkatan kerja, baik yang bekerja maupun yang sedang mencari pekerjaan. Tingkat pengangguran terbuka kita 1,52 persen, sehingga hanya sekitar satu hingga dua orang dari setiap 100 angkatan kerja yang masih menjadi penganggur. Angka ini tentu sangat rendah,” ujar Agus Rabu (5/8).
BPS juga mencatat jumlah penduduk yang bekerja pada Mei 2026 mencapai 2,66 juta orang, bertambah 39,05 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Lapangan usaha yang mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja terbesar berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata di Bali.
Di sisi lain, proporsi pekerja formal terus meningkat. Sebanyak 1,37 juta orang atau 51,55 persen dari total penduduk bekerja kini terserap di sektor formal.
Agus mengatakan tiga lapangan usaha yang menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Bali masih didominasi sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta penyediaan akomodasi dan makan minum.
Dari sisi pendidikan, komposisi tenaga kerja juga mengalami perubahan. Proporsi pekerja berpendidikan SMK meningkat dari 13,42 persen menjadi 16,39 persen, sedangkan lulusan Diploma I hingga Diploma III naik dari 5,42 persen menjadi 7,07 persen.
Sementara itu, proporsi pekerja lulusan SMA turun dari 26,32 persen menjadi 21,86 persen, sedangkan lulusan Diploma IV hingga S3 menurun dari 16,10 persen menjadi 14,61 persen. “Kami berharap penurunan proporsi pekerja lulusan SMA terjadi karena semakin banyak lulusan yang memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” harapnya.
Selain itu, BPS mencatat persentase setengah pengangguran pada Mei 2026 sebesar 2,46 persen, meningkat 0,73 persen poin dibandingkan Februari 2026.
Secara keseluruhan, diakui, indikator ketenagakerjaan Bali menunjukkan kondisi yang tetap kuat. Selain ditandai meningkatnya jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bali pada Mei 2026 turun 0,07 persen poin dibandingkan Februari 2026, sehingga tetap menjadi salah satu provinsi dengan tingkat pengangguran terendah di Indonesia. (Suardika/balipost)










