Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat menerima audiensi jajaran Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait rencana pebangunan trem di kawasan pariwisata di Kabupaten Badung.(BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus mematangkan langkah strategis guna mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas yang kian krusial di wilayahnya. Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Badung berencana mengembangkan moda transportasi publik berupa trem yang menghubungkan kawasan pariwisata Kuta hingga Canggu.

Langkah ini dibahas secara intensif dalam pertemuan bersama jajaran Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan bahwa penyediaan transportasi publik yang terintegrasi merupakan fondasi utama dalam menjawab tantangan kemacetan, sekaligus mendongkrak kualitas pariwisata di Kabupaten Badung.

Menurutnya, pengembangan konektivitas berbasis rel seperti trem memiliki tingkat efektivitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan hanya mengandalkan perluasan jaringan jalan raya semata.

Rencana pembangunan trem Kuta–Canggu ini didesain terintegrasi langsung dengan penataan infrastruktur jalan daerah yang tengah dibangun. Pemkab Badung merencanakan pengembangan jalan dengan lebar mencapai 24 meter, di mana sebagian ruang jalan tersebut dialokasikan secara khusus sebagai koridor rel trem.

Baca juga:  Agustus 2024, Kunjungan Wisman Naik Dibandingkan Periode Sama 2023

“Di samping jalan tol yang tetap menjadi prioritas, membangun konektivitas kereta api jauh lebih efektif. Semua jalan utama di Badung akan dibuatkan jalur khusus. Rencana ini juga akan diterapkan di kawasan Nusa Dua serta Central Parkir Kuta,” ujar Bupati Adi Arnawa saat menerima audiensi jajaran KAI.

Lebih lanjut, Adi Arnawa menjelaskan skema penataan lalu lintas yang terintegrasi dengan moda trem tersebut. Di kawasan Central Parkir Kuta, pemerintah akan memanfaatkan lahan seluas 1 hektare yang ditargetkan menjadi kantong parkir utama (park and ride).

Wisatawan maupun masyarakat yang membawa kendaraan pribadi diwajibkan memarkir kendaraannya di lokasi tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan trem.

Baca juga:  Penduduk Nonpermanen Percepat Laju Pertumbuhan Penduduk

Dengan pola integrasi ini, Pemkab Badung menargetkan kawasan sepanjang jalan Kuta nantinya bebas dari parkir liar di bahu jalan (on-street parking), sehingga arus lalu lintas dapat mengalir lebih lancar. Bupati berharap sinergi erat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan BUMN seperti PT KAI dapat mempercepat terwujudnya sistem transportasi publik yang modern, aman, dan nyaman.

Rencana besar pembangunan trem Kuta–Canggu, dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Badung, Anak Agung Gde Rahmadi. Saat dikonfirmasi pada Rabu (5/8), ia menegaskan bahwa pihaknya mendampingi Bupati Badung dalam menerima audiensi jajaran manajemen PT KAI.

“Kami di Dinas Perhubungan turut mendampingi Bapak Bupati saat menerima kunjungan jajaran PT KAI terkait rencana pembangunan trem ini. Namun, untuk pengerjaan teknis fisik dan konstruksinya berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kami dari Dishub nantinya bertindak sebagai pihak pengguna serta pengelola operasional lalu lintas,” jelasnya.

Baca juga:  Ini, Jumlah Personel Dikerahkan Amankan Paskah di Badung

Ia menambahkan, kehadiran moda transportasi trem sangat krusial sebagai solusi komprehensif mengurai kemacetan parah di Badung, melengkapi berbagai langkah taktis yang sudah berjalan saat ini seperti rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas.

Dalam proses perencanaannya, Dinas Perhubungan Badung akan memastikan bahwa skema trem ini disesuaikan dengan kajian mendalam terhadap karakteristik wilayah serta kondisi lalu lintas lokal.

Rahmadi meyakinkan bahwa seluruh jajaran Dishub Badung siap mendukung penuh terealisasinya program transportasi publik terintegrasi ini demi memberikan kenyamanan maksimal bagi para pengguna jalan, masyarakat lokal, hingga wisatawan mancanegara. “Kami di Dishub Badung tentunya mendukung rencana bapak Bupati ini,” tegasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN