
DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar menerjunkan 516 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi di Kota Denpasar. Pendataan ini menyasar seluruh usaha hingga keluarga yang juga mendata ke rumah-rumah masyarakat.
Kepala BPS Kota Denpasar, I Made Juli Ardan saat diwawancarai, Selasa (4/8), mengatakan sensus ekonomi bertujuan memperoleh data seluruh kegiatan usaha yang ada di Kota Denpasar. Pendataan tidak hanya menyasar usaha yang tampak secara fisik, tetapi juga usaha yang beroperasi dari rumah tinggal maupun usaha lain yang berpotensi belum terdata.
“Di rumah-rumah tidak menutup kemungkinan terdapat usaha yang tidak terlihat, seperti usaha online atau usaha rumahan yang tidak memasang plang. Sasaran utama sensus ini adalah seluruh kegiatan perekonomian untuk mengetahui potensi ekonomi beserta karakteristiknya dan menggambarkan struktur ekonomi di Kota Denpasar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari total 516 petugas yang diterjunkan, sebanyak 10 orang bertugas melakukan pendataan usaha besar. Sementara 506 petugas lainnya mendata berbagai jenis usaha di luar kategori tersebut.
Petugas terdiri atas petugas pendataan lapangan (PPL) dan petugas pengawas lapangan (PNL), dengan jumlah PPL mencapai 448 orang.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi di Bali berlangsung mulai 8 Juni hingga 31 Agustus. Selama periode tersebut, seluruh bangunan yang berpotensi menjadi lokasi usaha maupun tempat tinggal akan dikunjungi petugas, termasuk rumah kos.
Dalam pelaksanaannya, kata Juli, BPS menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya, petugas kerap tidak dapat bertemu langsung dengan pemilik maupun pengelola usaha saat melakukan pendataan.
Selain itu, banyak penghuni rumah yang bekerja di luar rumah, sehingga petugas belum dapat memperoleh data saat kunjungan pertama.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPS Kota Denpasar berkoordinasi dengan kepala dusun dan kepala lingkungan agar proses pendataan dapat berjalan lebih optimal. Petugas juga akan memastikan seluruh bangunan yang menjadi sasaran sensus tetap dikunjungi.
Juli mengharapkan masyarakat dan pelaku usaha dapat menerima kedatangan petugas sensus serta memberikan informasi yang benar sesuai kondisi di lapangan. Menurutnya, data yang diperoleh melalui sensus ekonomi akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan dan perekonomian. (Widiastuti/balipost)







