
AMLAPURA, BALIPOST.com – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai gelaran Karangasem Akhir Pekan (KAP) di Jalur II Jalan Veteran, Amlapura, Sabtu (1/8) malam, yang kali ini bertepatan dengan perayaan Tumpek Klurut, hari suci umat Hindu di Bali yang dimaknai sebagai Hari Kasih Sayang atau Hari Tali Kasih.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata didampingi Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Karangasem serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir menyaksikan secara langsung kemeriahan hiburan malam sekaligus menyapa masyarakat yang memadati kawasan Karangasem Akhir Pekan.
Pada kesempatan tersebut, masyarakat disuguhkan beragam pertunjukan seni dan budaya lokal yang diprakarsai Kecamatan Kubu dengan melibatkan para pelajar SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Kubu. Penampilan Pragmentari, Genjek Skaa Girang, Story Telling, karaoke, tari Joged, hingga hiburan rakyat lainnya berhasil memikat perhatian pengunjung dan menambah semarak suasana malam.
Momentum Tumpek Krulut tahun ini juga terasa istimewa dengan adanya program berbagi yang diinisiasi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster melalui pembagian makanan dan kopi gratis kepada masyarakat sebagai bentuk nyata semangat kasih sayang sekaligus dukungan terhadap pelaku UMKM lokal.
Sebanyak 335 porsi Babi Guling Mek Alit diborong untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Selain itu, 400 cup kopi dari UMKM Sumber Redjeki juga dibagikan secara cuma-cuma, dengan 200 cup disalurkan di gerai Jalan Gajah Mada dan 200 cup lainnya di lokasi Karangasem Akhir Pekan.
Bupati Parwata menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Bali atas perhatian dan kepeduliannya terhadap perkembangan UMKM di Kabupaten Karangasem. “Program ini bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat pada momentum Tumpek Krulut, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM. Ketika produk lokal diborong dan dinikmati masyarakat, roda ekonomi bergerak dan produktivitas usaha rakyat ikut meningkat,” ujar pejabat yang kerap dipanggil Gus Par ini.
Gus Par mengatakan, Karangasem Akhir Pekan telah berkembang menjadi ruang publik yang bukan hanya menghadirkan hiburan, namun juga menjadi wadah promosi seni budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui produk-produk UMKM.
Di sela-sela kegiatan, Gus Par juga menunjukkan kepeduliannya dengan spontan memborong berbagai jajanan tradisional Bali dari para pedagang UMKM. Jajanan tersebut kemudian dibagikan langsung kepada masyarakat sambil menyapa dan berbincang hangat dengan para pengunjung yang menikmati hiburan malam.
Aksi spontan tersebut disambut antusias masyarakat. Kehadiran Bupati yang berbaur tanpa sekat bersama warga, khususnya generasi muda yang memadati kawasan KAP, menciptakan suasana penuh keakraban dan menjadi simbol nyata semangat Tumpek Klurut sebagai momentum mempererat tali kasih antarsesama.
Salah satu pelaku UMKM, Eka Sam, pemilik Booth Kopi Sumber Rezeki, mengaku bersyukur atas program yang digagas Gubernur Bali tersebut. Menurutnya, pembelian 400 cup kopi memberikan dampak positif bagi usahanya sekaligus menjadi promosi yang efektif karena semakin banyak masyarakat mengenal produk kopi lokal Karangasem.
Hal serupa juga dirasakan pemilik Warung Babi Guling Mek Alit. Pembelian ratusan porsi oleh Gubernur Bali menjadi berkah tersendiri yang menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap UMKM lokal sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Di penghujung acara, Bupati juga melepas Kontingen Pramuka Kwartir Cabang Karangasem yang akan mewakili Bali pada Jambore Nasional XIII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, yang akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026.
Pelepasan ditandai dengan penyematan jaket kepada perwakilan peserta, pembina, dan pendamping. Dalam arahannya, Bupati berpesan agar seluruh peserta menjaga disiplin, mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi duta terbaik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Karangasem dan Provinsi Bali di tingkat nasional.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat, Karangasem Akhir Pekan diharapkan terus menjadi ruang kebersamaan yang mampu melestarikan seni budaya sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi kerakyatan, sejalan dengan semangat Tumpek Krulut yang mengajarkan nilai kasih sayang, kepedulian, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. (Adv/balipost)










