
DENPASAR, BALIPOST.com – Per 1 Agustus 2026, jabatan Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar resmi diemban I Wayan Suadi Putra. Serah terima jabatan berlangsung sederhana di Gedung Yowana Suci yang diserahkan oleh Dewan Pengawas, I Made Sutapa.
Saat ditemui usai serah terima jabatan, Suadi Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar ini menyatakan kesiapannya dalam menghadapi tantangan untuk membenahi tata kelola perusda tersebut. Ia memaparkan, program jangka pendek hingga panjang akan dikerjakan.
“Ini menjadi tantangan baru, termasuk juga menjaga marwah yang diberikan oleh KPM (kuasa pemilik modal) Bapak Wali Kota, ini tidak ringan. Tadi juga Pak Dirut sebelumnya sudah banyak memberi arahan, tentang apa yang harus dilanjutkan dan apa yang harus dievaluasi,” katanya.
Dalam jangka pendek, Suadi mengatakan, fokus utama ialah manajemen baru tertuju pada pembenahan internal perusahaan selama enam bulan ke depan. Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah implementasi sistem e-kinerja untuk mengukur dan menskrining produktivitas pegawai secara objektif.
Selain penerapan e-kinerja, manajemen juga menindaklanjuti arahan KPM terkait moratorium penerimaan tenaga kerja baru sesuai hasil temuan BPKP mengenai besarnya beban kepegawaian.
Perumda pasar, kata dia, akan mengoptimalkan SDM yang ada serta mengandalkan pengurangan pegawai secara alami melalui masa pensiun berkala guna efisiensi anggaran dan peningkatan kesejahteraan karyawan. Dalam hal ini ditekankan tidak ada perekrutan pegawai baru.
Dengan pembenahan internal selama 6 bulan, pihaknya mengupayakan di tahun 2027 sistem-sistem yang rencananya diterapkan sudah bisa berjalan. Di samping pembenahan internal, perbaikan fasilitas fisik skala kecil juga masuk dalam agenda prioritas jangka pendek. Hal ini mencakup penataan area parkir, perbaikan toilet publik, peningkatan kebersihan, serta pengelolaan persampahan di lingkungan pasar.
Sementara, untuk jangka menengah, Perumda Pasar Sewakadarma membidik potensi side income atau pendapatan tambahan di luar usaha inti pasar. Salah satu terobosannya adalah memanfaatkan ruang-ruang pasar yang belum maksimal, khususnya lantai tiga di beberapa unit pasar, untuk dijadikan creative hub, co-working space, hingga layanan virtual office.
“Identitas pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat tetap kita pertahankan. Namun, kita harus memanfaatkan ruang kosong untuk aktivitas digital dan ekonomi kreatif guna menambah pendapatan,” jelasnya.
Penataan fisik bangunan juga akan diselaraskan dengan konsep integrasi kawasan Gajah Mada. Pasar-pasar yang berdekatan seperti Pasar Badung, Kumbasari, dan Lokitasari bakal diperbaiki agar tampil lebih modern dan menarik minat pengunjung.
Adapun dalam jangka panjang, Perumda Pasar telah memetakan rencana pembangunan dan revitalisasi pasar secara menyeluruh. Pasar Cokroaminoto ditargetkan untuk revitalisasi skala besar, sedangkan Pasar Abian Timbul disiapkan untuk pengembangan skala pasar sedang. Skema pembiayaan akan dikaji lebih lanjut, baik melalui kerja sama pihak ketiga maupun dukungan APBD Kota Denpasar. (Widiastuti/balipost)










