Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia, Thomas Harming Suwarta melakukan kunjungan ke Desa Batunya, Tabanan. (BP/HO-KemenHAM)

DENPASAR, BALIPOST.com – Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia, Thomas Harming Suwarta bersama Tim Direktorat Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM dan Kantor Wilayah Kerja Kementerian HAM Bali melaksanakan kunjungan lapangan ke Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, dan Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng, Jumat (31/7).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas kasus tewasnya terduga maling ayam yang tewas dihakimi massa di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Tabanan. Dalam kesempatan ini, tim Kementerian HAM melakukan dialog dengan para pihak terkait, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga untuk mendorong penyelesaian yang berlandaskan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Baca juga:  Kasus Tewasnya Terduga Maling Ayam Dihakimi Massa: Kaget Lihat Video Beredar, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Di Tabanan, tim bertemu dengan Camat Baturiti dan Sekretaris Desa Batunya. Sedangkan di Buleleng, tim bertemu keluarga korban dan perangkat desa.

Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia, Thomas Harming Suwarta mengatakan, fokus utama kunjungan adalah memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip HAM, khususnya penghormatan terhadap hak hidup, penyelesaian konflik secara damai, penegakan hukum, serta pentingnya menghindari tindakan main hakim sendiri.

“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog, menjaga persaudaraan, dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam menyelesaikan setiap persoalan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima.

Thomas berharap melalui kegiatan ini, kedua belah pihak dapat semakin memahami pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. Kementerian HAM berkomitmen untuk terus mendorong upaya pencegahan konflik, penguatan edukasi HAM, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan kehidupan yang aman, damai, dan berkeadilan.

Baca juga:  Bupati Suwirta Harapkan Pembangunan Jalan Gerakkan Perekonomian

Thomas mendorong agar pemahaman tentang hak asasi manusia perlu semakin masif dilakukan di tengah-tengah masyarakat. Kementerian HAM juga mendorong pemerintahan desa di dua tempat agar membangun kerjasama dalam rangka membangun kesadaran Hak Asasi Manusia.

“Kementerian HAM mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bersama bahwa setiap perbedaan atau perselisihan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan dialog, bukan dengan kekerasan,” jelasnya.

Baca juga:  Denda Selama PPKM Capai 12 Juta Lebih

Thomas menegaskan, penghormatan terhadap martabat manusia merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Sebelumnya, Tim Wilayah Kerja Kementerian HAM Bali juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Buleleng terkait pemenuhan hak-hak keluarga korban pada Selasa (28/7). Dilanjutkan pada Kamis (30/7), Tim Wilayah Kerja Kementerian HAM Bali bersama Direktorat Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM berkoordinasi dengan Penyidik Polres Tabanan untuk memastikan hak-hak tersangka juga terpenuhi selama menjalani proses hukum. (Miasa/balipost)

BAGIKAN