Salah satu areal pertanian di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Baturiti. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Nama Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, belakangan menjadi perbincangan luas menyusul kasus pengeroyokan terhadap seorang pria yang diduga mencuri ayam aduan. Namun, di balik peristiwa tersebut, sebenarnya kawasan perdesaan ini justru dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura terbesar di Kabupaten Tabanan yang memasok aneka sayuran dan jeruk hingga ke luar Bali.

Perbekel Desa Batunya, I Made Riasa mengatakan, sebanyak 80 persen masyarakat Desa Batunya selama ini menggantungkan perekonomian keluarga pada sektor pertanian. Dari empat banjar yang ada, yakni Banjar Batunya, Banjar Abing, Banjar Tamantanda, dan Banjar Juwuk Legi, mayoritas warga mengelola lahan pertanian dengan komoditas unggulan berupa tomat, kol, sawi, dan brokoli. Sementara, sekitar 20 persen lainnya bekerja sebagai peternak, ASN, pegawai swasta, maupun profesi lainnya.

Baca juga:  Pegawai Salon Asal Pantai Gading Diusir dari Bali

Bahkan untuk hasil pertanian dari wilayahnya telah dipasarkan ke berbagai daerah di Bali hingga luar pulau. Menurutnya, kondisi alam yang sejuk menjadikan Desa Batunya sangat cocok untuk pengembangan tanaman hortikultura.

Selain sayuran, jeruk menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bahkan, produksi jeruk di desa tersebut terus meningkat dan menjadi salah satu hasil pertanian yang paling diminati pasar. Nama Banjar Juwuk Legi sendiri juga berasal dari melimpahnya jeruk dengan cita rasa manis yang sejak lama menjadi ciri khas wilayah tersebut. “Tidak hanya hortikultura, masyarakat kami juga mulai mengembangkan budi daya bunga gemitir sebagai sumber pendapatan baru,”ucapnya, Rabu (29/7).

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Apresiasi Kesungguhan dan Kerja Keras DPRD Badung

Riasa berharap berbagai potensi pertanian yang dimiliki Desa Batunya dapat semakin dikenal masyarakat. Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi kekuatan utama ekonomi desa sekaligus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Komoditas utama di desa kami ada tomat, kol, sawi, brokoli, termasuk jeruk yang produksinya terus meningkat. Mudah-mudahan hasil pertanian dari Desa Batunya dapat bermanfaat untuk masyarakat luas,” ujar Riasa. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN