Wabup Bangli I Wayan Diar. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Penyalahgunaan media digital, perundungan (bullying), hingga tekanan sosial kini menjadi tantangan nyata yang berpotensi mengganggu kesehatan mental anak. Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, saat menghadiri Seminar Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kabupaten Bangli di Gedung Bukti Mukti Bhakti, Rabu (30/7).

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi, Wabup Diar menyoroti pentingnya membangun ketahanan mental sejak dini. Menurutnya, kemajuan digital memang menyediakan ruang belajar yang luas, tetapi di sisi lain membawa dampak negatif jika tidak disikapi secara bijak. “Oleh karena itu, membangun ketahanan mental menjadi bekal yang sangat penting. Anak yang memiliki ketahanan mental akan mampu mengenali potensi dirinya, mengelola emosi dengan baik, menghadapi tantangan secara positif, serta bangkit dari kegagalan. Inilah yang akan melahirkan generasi yang tangguh dan berdaya,” kata Diar.

Baca juga:  Antisipasi Kasus Perundungan, Polres Badung Kunjungi Sekolah

Dalam kesempatan itu ia mengingatkan seluruh lapisan masyarakat bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga. Mereka memiliki hak mendasar untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. “Menyayangi anak bukan hanya memberikan kasih sayang, tetapi juga memastikan mereka memperoleh pendidikan yang baik, ruang untuk menyampaikan pendapat, kesempatan mengembangkan potensi, serta perlindungan dari berbagai ancaman yang dapat menghambat tumbuh kembangnya,” ujar Wabup Diar.

Baca juga:  Garmen di Jalan Mahendradatta Denpasar Terbakar

Disampaikan juga bahwa Pemkab Bangli terus berkomitmen untuk memenuhi hak-hak anak dan memberikan perlindungan terbaik melalui berbagai program serta kebijakan strategis. Komitmen berkelanjutan ini pun membuahkan hasil dengan diraihnya predikat Kabupaten Layak Anak tingkat Madya oleh Kabupaten Bangli.

Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari fisik atau infrastruktur semata, tetapi juga dari lahirnya generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. “Membangun masa depan Bangli berarti mempersiapkan anak-anak Bangli hari ini agar mampu menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak pembangunan di masa depan,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Satgas PPK Unud Lakukan Pemeriksaan Tertutup, Jika Terbukti Ada Perundungan Dipastikan Ada Sanksi
BAGIKAN