
BANGLI, BALIPOST.com – Tingkat kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran kini berada di angka 2.000 wisatawan per hari. Angka ini sedikit menurun ketimbang periode libur panjang beberapa waktu lalu yang mencapai 3.000 orang per hari.
Ketua Unit Desa Wisata Penglipuran, I Made Ambarsika Abdi, menyebut penurunan tersebut wajar karena saat ini sedang memasuki periode low season. Pihaknya memprediksi kenaikan kunjungan akan kembali terjadi pada triwulan IV karena mendekati akhir tahun. “Kunjungan saat ini masih stabil, sesuai target 2.000 per hari,” ujarnya, Kamis (30/7).
Memanfaatkan momentum low season, pihak pengelola menyiapkan berbagai inovasi untuk merangsang peningkatan kunjungan. Antara lain melakukan promosi serta menyusun paket wisata berbasis budaya.
Desa Wisata Penglipuran masih memfokuskan promosi pada pasar domestik, mengingat kunjungan wisatawan mancanegara masih terdampak isu geopolitik global.
Selain mengejar peningkatan angka kunjungan, Ambarsika menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal serta melibatkan masyarakat secara berkelanjutan. Dalam setiap kegiatan, masyarakat khususnya generasi muda kini tidak lagi ditempatkan sekadar sebagai penonton, melainkan dilibatkan penuh dalam setiap kegiatan, seperti Festival Penglipuran.
“Generasi muda tidak kami jadikan penonton saja. Mereka dilibatkan dari perencanaan hingga evaluasi di kegiatan tersebut sehingga sedikit tidaknya mereka belajar dan menjadi pelaku utama pengelolaan pariwisata,” tegasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










