
DENPASAR, BALIPOST.com – Di tengah lahan yang kian menyempit di Kota Denpasar, pertanian khususnya padi terus digenjot. Pada tahun ini Pemerintah Kota Denpasar menargetkan luas panen padi seluas 2.987 hektare lahan.
Hingga Juli ini realisasi tanam mencapai 1.164 hektare. Penanaman akan terus digenjot terutama pada bulan-bulan tanam nanti.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta didampingi Kepala Bidang TPH, IGAN Anggreni Suwari saat diwawancarai, Kamis (30/7), mengaku optimis target tersebut akan tercapai mengingat masih ada bulan-bulan musim tanam yang akan berlangsung yakni Agustus, November, dan Desember.
Pada Agustus nanti target luas tanam padi seluas 217 hektare, kemudian September target luas lahan tanam mencapai 138 hektare, Oktober 62 hektare, November 269 hektare, dan Desember 550,30 hektare.
Di sisi lain, terkait produksi atau panen, hingga Juli ini luas lahan di Denpasar yang telah melakukan panen sebanyak 1.3784,94 hektare dengan produksi mencapai 10.473,28 ton. Panen raya terjadi pada Maret lalu dengan luas lahan panen 666,09 hektare.
Adapun produksi padi yang tercatat pada Maret tersebut mencapai 5.183,80 ton. Kemudian pada April, panen masih nampak tinggi yakni menyasar 264,60 hektare dengan produksi 2.040,86 hektare.
Selanjutnya, Mei panen seluas 174,25 hektare dengan produksi 1.246,21 ton. Juni panen menyasar 190 hektare dengan produksi 1.413,34 ton.
Sementara itu, pada Januari lalu luas panen kecil mencapai 54 hektare dengan produksi 376,79 ton dan Februari luas panen mencapai 30 ton dengan produksi 212,28 ton. Agung Bayu mengatakan, produktivitas padi di Denpasar cukup bagus yang secara keseluruhan tercatat sebesar 75,95 kuintal per hektare.
Untuk mengoptimalkan hasil panen tersebut, pihaknya mendorong berbagai cara. Seperti mendukung teknologi yang digunakan, baik tanam ataupun panen.
Kemudian, menyalurkan bantuan bibit unggul, seperti varietas Cakrabuana Agritan yang disalurkan pada musim kemarau untuk meminimalkan gagal panen. (Widiastuti/balipost)










