Kunjungan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) dan Disdikpora Buleleng ke rumah almarhum KD, pada Minggu (26/7). (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bergerak cepat memberikan perhatian kepada anak-anak keluarga KD, terduga pelaku maling ayam yang tewas dihakimi massa di Banjar Juwuk Legi, Desa Batuyang, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan pada Jumat (24/7).

Selain menyiapkan pendampingan psikologis secara intensif, pemerintah juga memastikan pendidikan kedua anak korban tetap berlanjut.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng, I Putu Kariaman Putra, mengatakan pihaknya akan menerjunkan psikolog untuk mendampingi anak-anak korban dan keluarganya mulai Senin (27/7). Pendampingan dilakukan untuk memulihkan kondisi mental mereka sekaligus mengukur tingkat trauma yang dialami agar tidak berdampak berkepanjangan.

“Hari ini dilakukan penjangkauan dengan psikolog yang sudah kami siapkan untuk mendampingi anak-anak dan keluarga yang bersangkutan. Kalau dari penglihatan kami, kondisi anak-anak sudah mulai terlihat normal. Tapi tetap wajib didampingi psikolog supaya tidak menjadi beban yang berkepanjangan,”ujar Kariaman Senin (27/7)

Baca juga:  Pemalsuan STNK di Sidatapa, Motor dengan Dokumen Palsu Dijual Rp4 Juta

Selain pendampingan psikologis, Pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan pakaian layak pakai kepada keluarga korban. Mengingat keluarga tersebut tergolong kurang mampu dan merupakan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Pemkab juga akan mengupayakan bantuan pemberdayaan keluarga serta mengusulkan Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) atau bedah rumah apabila memenuhi persyaratan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, memastikan pendidikan kedua anak korban tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. Anak bungsu saat ini masih bersekolah di SD Negeri di Desa Sidatapa, sedangkan kakaknya masih menempuh pendidikan di SMK PGRI Seririt.

Baca juga:  Tragis! Ayah Tak Sengaja Tabrak Anaknya hingga Meninggal, Begini Kronologinya

Menurutnya, pemerintah akan mengoptimalkan bantuan pendidikan yang telah tersedia, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), sepanjang memenuhi persyaratan. Disdikpora juga akan mengupayakan bantuan dari donatur.

Khusus bagi anak yang duduk di bangku SMK, pemerintah menawarkan opsi mengikuti Program Sekolah Rakyat di Karangasem yang seluruh biaya pendidikannya ditanggung pemerintah.

“Kami menjamin bahwa pendidikan mereka saat ini masih bisa berlanjut. Kalau berkenan, nanti dipertimbangkan oleh pihak keluarga. Dari Dinas Sosial juga disarankan ikut ke Sekolah Rakyat,” katanya.

Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, menegaskan Pemkab sudah mengambil peran dalam menjamin masa depan anak-anak korban, khususnya di bidang pendidikan. Di sisi lain, ia juga telah menginstruksikan aparat kecamatan bersama perangkat daerah terkait untuk turun ke Desa Sidetapa dan mengumpulkan tokoh masyarakat agar peristiwa tersebut tidak memicu gesekan di tengah masyarakat.

Baca juga:  Perkawinan Anak di Lombok Tengah Mendapat Kecaman Menteri PPPA

“Pemda Kabupaten Buleleng sudah hadir di sana untuk menangani anak-anak ini, terutama masalah masa depannya dan pendidikannya. Itu sudah kami instruksikan untuk segera diambil alih oleh Pemda Kabupaten Buleleng,” jelas Sutjidra.

Pihaknya juga sudah menurunkan aparat dari kecamatan dan dinas terkait serta mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat supaya kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat dan ajang instrospeksi diri.

“Saya berharap pristiwa ini menjadi momentum instrospeksi diri. Keberlanjutan anak-anak dan keluarga sudah menjadi atensi Pemkab Buleleng,” katanya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN