
SINGARAJA, BALIPOST.com – Ajang Lovina Cross Country 8K yang menjadi bagian dari rangkaian Lovina Festival 2026 tidak hanya menawarkan tantangan olahraga lari, tetapi juga pengalaman menikmati keindahan alam dan budaya khas Bali Utara. Para peserta akan diajak menyusuri hamparan sawah, perbukitan, panorama gunung, hingga pesisir pantai yang menjadi daya tarik kawasan Lovina.
Ketua Panitia Lovina Cross Country 8K, Ketut Agus Widi Sanjaya, saat dikonfirmasi, Kamis (23/7), mengatakan, kegiatan yang akan digelar Minggu (25/7) ,itu dirancang berbeda dari lomba lari pada umumnya. Selain menguji kemampuan fisik peserta, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan potensi alam dan budaya yang dimiliki Bali Utara.
“Ini bukan sekadar lari. Peserta akan menikmati pemandangan sawah, bukit, gunung, hingga pantai yang selama ini menjadi kebanggaan Bali Utara,” ujarnya.
Menurut Agus, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Hingga saat ini jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 250 peserta yang berasal dari kategori umum maupun pelajar. Sejumlah peserta juga tercatat datang dari luar daerah Bali.
Untuk menambah semarak suasana, panitia menyiapkan atraksi budaya di sepanjang lintasan. Sedikitnya terdapat lima titik hiburan yang menampilkan kesenian tradisional seperti baleganjur, hadrah, dan tektekan. Kehadiran atraksi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi para pelari sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada peserta.
Adapun rute lomba dimulai dari Tasik Madu, Desa Kaliasem, kemudian menuju Jalan Pantai Binaria, berbelok ke Jalan Singaraja–Seririt, melintasi kawasan Subak Bale Bandung, Jalan Pisang, Jalan Desa Kaliasem, Jalan Dahlia Desa Temukus, kembali ke Jalan Singaraja–Seririt, sebelum akhirnya finis di kawasan Spice Beach menuju Tasik Madu.
Sementara itu, pelaku pariwisata Lovina, Nyoman Arya Astawa, menilai penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi bukti semakin berkembangnya kawasan Lovina sebagai destinasi wisata unggulan di Bali Utara. Menurutnya, berbagai event yang digelar mampu menghadirkan citra baru Lovina di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia memperkirakan sebagian peserta yang berasal dari luar daerah akan datang sehari sebelum perlombaan berlangsung. Kondisi tersebut diyakini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat karena para peserta berkesempatan menginap, berwisata, serta berbelanja produk UMKM di kawasan Lovina.
“Kami melihat wajah Lovina sekarang semakin berkembang. Event seperti ini mendatangkan banyak orang dari luar daerah. Mereka biasanya datang lebih awal, menikmati destinasi wisata dan berinteraksi dengan pelaku UMKM lokal,” katanya. (Yudha/balipost)










