Penyeberangan Gilimanuk Ketapang mengalami penundaan sementara lantaran cuaca buruk angin kencang disertai gelombang tinggi di perairan Selat Bali, Rabu (22/7) siang. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Otoritas pelabuhan sempat melakukan penutupan sementara aktivitas penyeberangan lintas Pelabuhan Gilimanuk (Bali) menuju Ketapang (Jawa Timur) maupun sebaliknya. Kebijakan darurat ini diambil menyusul kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan pelayaran pada Rabu siang (22/7).

Dari informasi, penyeberangan sementara dilakukan penundaan mulai pukul 14.27 Wita, baik lintas Gilimanuk-Ketapang atau sebaliknya dikarenakan cuaca ekstrem. Angin kencang disertai gelombang tinggi hingga 3 kilometer di tengah laut, sehingga penyeberangan ditunda sementara.

Baca juga:  Proyek Rabat Beton di Nusa Penida Diatensi, Diminta Tak Buat Asal-asalan

Dari data cuaca, meskipun situasi langit cerah di lintas penyeberangan, namun kecepatan angin tercatat mencapai 29 hingga 34 knot (masuk dalam kategori angin kencang dan berisiko tinggi bagi kapal-kapal penyeberangan). Sedangkan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 3 meter, yang dinilai sangat membahayakan alur pelayaran kapal feri maupun kapal kecil di Selat Bali.

Akibat penundaan ini, sejumlah kendaraan roda empat, truk logistik, dan kendaraan roda dua yang hendak menyeberang baik di Ketapang maupun Gilimanuk sementara belum bisa melakukan penyeberangan. Kendaraan parkir sementara menunggu di area kantong parkir serta buffer zone di sekitar Pelabuhan Gilimanuk.

Baca juga:  Bertahun-tahun Dilanda Krisis, Dipertanyakan Realisasi Layanan Air Bersih

Penyeberangan kembali dibuka sekitar pukul 16.00 Wita, setelah cuaca kembali mereda. Kapolsek Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Mudiarsa membenarkan adanya penundaan penyeberangan dampak angin kencang tersebut. “Mulai pukul 14.30 Wita sampai 16.00 WITA (penundaan penyeberangan), ” ujarnya.

Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh calon penumpang kapal feri agar bersabar dan memaklumi situasi darurat ini demi mengutamakan keselamatan bersama. Operasional penyeberangan baru akan dibuka kembali setelah kondisi cuaca dan tinggi gelombang di perairan Selat Bali dinyatakan aman untuk dilayari. (Surya Dharma/balipost)

Baca juga:  Soal Dokter Spesialis Jantung Positif COVID-19, Direktur RSUD Klungkung Tegaskan Ini
BAGIKAN