Petugas PUPR-KIM Karangasem saat turun ke jembatan di ruas jalan Banyucampah-Kebung, Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Dinas PUPR-KIM Kabupaten Karangasem turun ke lokasi jembatan di ruas jalan Banyucampah-Kebung, Desa Telaga Tawang, Kabupaten Karangasem yang terputus akibat dilanda hujan deras, pada Selasa (21/7). Saat ini, Dinas PUPR -KIM tengah melakukan penghitungan anggaran untuk proses perbaikan jalan tersebut.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR-KIM Kabupaten Karangasem, I Wayan Artawan, pada Rabu (22/7) mengungkapkan, pascaputusnya jalan tersebut akibat dilanda hujan deras, pihaknya bersama tim telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Ia mengatakan, pihaknya bersama tim teknis juga kembali akan turun ke lokasi untuk melakukan proses menghitung kebutuhan anggaran yang akan diajukan ke TAPD terkiat perbaikan tersebut. “Mudah-mudahan nanti dapat anggaran perbaikan di perubahan tahun ini,” harapnya.

Baca juga:  Menangis di Pembatas Jembatan, Remaja Asal Buleleng Dievakuasi Polisi

Dia menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan perbekel setempat untuk penanganan darurat terhadap jalan yang putus tersebut. “Kalau memang diperlukan jalan darurat kita siap, tapi di sana banyak jalan alternatif yang bisa dilewati warga,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Perbekel Desa Telaga Tawang, I Nyoman Muja Arsana mengungkapkan,  putusnya jembatan tersebut tidak hanya disebabkan akibat hujan deras. Tetapi juga dipicu kondisi bendungan irigasi di bagian hilir yang jebol sekitar dua bulan lalu dan sampai saat ini belum mendapatkan perbaikan. “Kerusakan bendungan itu membuat aliran sungai terus menggerus tebing dan pondasi jembatan hingga ambles,” ucapnya.

Baca juga:  Setengah Badan Jalan Penghubung Pejeng Jebol, Sebelumnya Terdengar Suara Gemuruh

Muja Arsana menjelaskan, apabila bendungan tidak segera diperbaiki, kondisi jembatan yang berada di bagian hulu akan tetap rawan mengalami kerusakan kembali. Bahkan, ancaman abrasi sungai juga berpotensi menggerus permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.

“Kalau bendungan itu belum diperbaiki, jembatan yang ada di hulunya tidak akan aman. Ke depan rumah-rumah warga juga berpotensi tergerus. Jadi, kami harap pemerintah Pemprov Bali segera turun memperbaiki bendungan irigasi tersebut, sementara untuk Pemkab Karangasem menangani jembatannya yang putus,” katanya.

Baca juga:  Sepanjang 65 Kilometer Jalan di Denpasar Butuh Perbaikan

Menurut Muja Arsana, jembatan yang putus tersebut merupakan akses satu-satunya jalur vital bagi masyarakat untuk beraktivitas. Kata dia, selain menjadi urat nadi perekonomian warga, akses tersebut juga setiap hari digunakan siswa SD maupun SMP untuk berangkat ke sekolah.

“Kami memohon pemerintah daerah segera menangani jembatan ini. Ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Kebung sekaligus satu-satunya akses anak-anak menuju sekolah. Penanganannya tidak bisa ditunda lagi,” jelas Muja Arsana.

Ia menyatakan, pihaknya telah mengimbau warga menggunakan jalur alternatif sambil menunggu penanganan dari instansi terkait. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN