Jembatan penghubung menuju kawasan Integrated Farming Banyuasri, Buleleng, mulai dibangun. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pembangunan jembatan penghubung menuju kawasan Integrated Farming di Banyuasri, Buleleng, mulai dikerjakan. Proyek yang memiliki panjang hampir 30 meter yang membentang di sungai Banyumala ini kini memasuki tahap awal dengan progres sekitar 5 persen. Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman (PUTR Perkim) Buleleng optimistis pembangunan dapat rampung sesuai target pada pertengahan Desember mendatang.

Kepala Dinas PUTR Perkim Buleleng, Putu Adipta Eka Putra, saat dikonfirmasi Jumat (14/8) mengatakan pekerjaan fisik telah dimulai sejak pekan lalu. Sejumlah persiapan di lapangan juga telah dilakukan, termasuk penyiapan medan kerja dan mendatangkan alat berat. “Baru mulai. Progresnya baru sekitar 5 persen. Tapi kita yakin akan selesai tepat waktu karena kita sudah punya strategi,” kata Adipta.

Baca juga:  Jatuh di Jembatan Merah Putih, Mantan Kapolres Badung Meninggal

Menurut dia, salah satu strategi untuk mempercepat pembangunan sekaligus mengantisipasi kendala cuaca adalah menggunakan beton pracetak atau precast. Komponen jembatan akan dipersiapkan terlebih dahulu sehingga saat pekerjaan di lapangan memasuki tahap pemasangan, prosesnya dapat dilakukan lebih cepat.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat masa pengerjaan proyek diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Desember. Pada periode Oktober hingga Desember, curah hujan biasanya meningkat sehingga berpotensi menghambat pekerjaan konstruksi. “Walaupun waktunya sampai tengah Desember, dengan teknologi precast kita yakin selesai. Kita antisipasi kendala cuaca, terutama Oktober, November, dan Desember yang biasanya hujan. Makanya dari awal kita sudah setting menggunakan beton precast,” jelasnya.

Baca juga:  Polda Bali Gelar Pasukan Pengamanan Event Internasional

Adipta menjelaskan, jembatan tersebut memiliki panjang kurang lebih 30 meter. Pembangunan diawali dengan pembuatan pondasi di kedua sisi jembatan. Medan kerja juga telah dipersiapkan dan alat berat sudah berada di lokasi. Setelah pondasi siap, pemasangan girder dan komponen jembatan lainnya akan dilakukan.

Dengan metode precast, pekerjaan di lapangan diharapkan lebih efisien sehingga target penyelesaian tetap dapat dicapai meski menghadapi potensi gangguan cuaca. “Kurang lebih hampir 30 meter. Nanti kita buatkan pondasi di ujung dan awalnya. Kita juga sudah persiapkan medan kerja. Alat berat sudah masuk. Nanti tinggal setting girder-girder dari jembatan,” ujarnya.

Baca juga:  Waspada, Siswa SD Jadi Sasaran Jambret

Jembatan ini menjadi akses penghubung menuju kawasan Integrated Farming Banyuasri. Kehadiran akses tersebut diharapkan mendukung konektivitas menuju kawasan yang dikembangkan untuk aktivitas pertanian terpadu tersebut. “Pemerintah telah menunjuk rekanan melalui proses tender. Adipta menyebutkan nilai pagu anggaran proyek tersebut hampir Rp5 miliar, sedangkan nilai penawaran pemenang tender berada di bawah pagu yang disiapkan pemerintah,”tandasnya Adipta. (Yudha/balipost)

BAGIKAN