Ilustrasi. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Kasus gigitan anjing diduga rabies kembali terjadi di Bangli. Kali ini, sebanyak tiga orang dilaporkan menjadi korban gigitan, salah satunya merupakan warga negara asal Tiongkok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa gigitan anjing tersebut terjadi pada Senin (13/7) sore. Kasus gigitan pertama terjadi di wilayah LC Uma Aya, Lingkungan Sedit, Kelurahan Bebalang.

Anjing menyerang Ni Luh Pitriani, istri dari Kepala Lingkungan Sedit, I Made Sujana Arta. Korban digigit di lengan kanannya.

Baca juga:  Dua Mayat WNA Asal Jepang DitemukanTerbakar

Sujana Arta mengatakan, sejak pagi dirinya sudah menerima laporan adanya seekor anjing yang bertengkar dengan beberapa anjing lain. Karena curiga anjing tersebut rabies, ia bersama warga sempat melakukan pencarian, namun nihil hingga akhirnya sang istri justru menjadi korban pada sore harinya.

Usai menyerang Pitriani, anjing tersebut diketahui melarikan diri ke arah Kelurahan Kawan. Di wilayah tersebut anjing itu menyerang dua orang, salah satunya turis perempuan asal Tiongkok yang sedang berada di depan toko modern seberang RSUD Bangli.

Baca juga:  Warga Nusa Penida Meninggal Karena DBD  

Menurut informasi, pascakejadian itu seluruh korban telah mendapatkan vaksin antirabies (VAR).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangli, I Nyoman Sudarma membenarkan adanya warga yang menjadi korban gigitan anjing. Korban telah mendapat penanganan medis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel anjing tersebut untuk diperiksa di laboratorium. Untuk sementara hasilnya belum keluar.

Baca juga:  3 Kabupaten Ini, Laporkan Nihil Tambahan Kasus COVID-19

Namun, berdasarkan kronologi dan gejala yang muncul, anjing tersebut diduga kuat positif rabies. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN