Petugas berjibaku memadamkan api di Pura Puseh Desa Adat Nyuh Kukuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Jumat (10/7). (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kebakaran melanda Pura Puseh Desa Adat Nyuh Kukuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Jumat (10/7).

Kobaran api yang diduga berasal dari sisa pembakaran banten dengan cepat membesar dan menghanguskan sembilan pelinggih. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.

Informasi yang diperoleh, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Api dengan cepat membakar sejumlah bangunan suci yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar seperti duk (daun enau), ijuk, dan kayu.

Kebakaran baru diketahui sekitar pukul 14.00 WITA setelah warga melihat kepulan asap dari areal pura. Jero Bendesa Desa Adat Nyuh Kukuh, I Wayan Lugra yang mengetahui hal itu, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nusa Penida.

Baca juga:  IBTK Pura Besakih, Pendakian Gunung Agung Ditutup Hampir Sebulan

Menerima laporan itu, personel Polsek Nusa Penida langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman sekaligus mengamankan area sekitar pura.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun akibat kebakaran itu, sembilan pelinggih mengalami kerusakan berat, yakni Pelinggih Meru Tumpang 7, Penyimpenan, Pengaruman, Gedong Mas Catu, Gedong Mas Cari, Gedong Menjangan Seluang, Gedong Saraswati, Gedong Harta, dan Gedong Taksu.

Baca juga:  Kamar Kos Terbakar, Penghuni Alami Luka-luka

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu sisa api pembakaran banten yang belum padam sepenuhnya. Tiupan angin yang cukup kencang menyebabkan api dengan cepat merembet ke bangunan lain di dalam areal pura.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan begitu menerima laporan, mulai dari mendatangi lokasi, membantu proses pemadaman, melakukan pendataan, hingga mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga:  Konjen RRT di Denpasar Buka Buku Belasungkawa Meninggalnya Mantan Presiden Jiang Zemin

“Kesigapan dan kebersamaan seluruh pihak menjadi kunci dalam mengendalikan situasi. Kami mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan api benar-benar padam guna mencegah kejadian serupa,” ujar Kompol Kesuma Jaya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, Kompol Kesuma Jaya juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan api dalam rangkaian upacara keagamaan, terutama pada musim kemarau ketika material bangunan berbahan alami lebih mudah terbakar. (Sri Wiadnyana/denpost)

BAGIKAN