
SINGASANA, BALIPOST.com – Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Tabanan terus mengalami peningkatan. Hingga awal Juli 2026, jumlah warga yang telah mengaktifkan IKD mencapai 9.528 orang. Angka tersebut bertambah sekitar 2.500 orang dibandingkan April 2026 yang baru sebanyak 7.018 aktivasi.
Meski sudah menunjukkan tren positif, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan menegaskan program IKD ini belum diterapkan secara wajib. Sebab, tidak seluruh masyarakat memiliki smartphone sebagai sarana mengakses layanan digital tersebut.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Tabanan, I Gede Putu Jata Antara, mengatakan peningkatan aktivasi IKD tidak lepas dari semakin luasnya pemanfaatan identitas digital dalam berbagai pelayanan publik. Jika sebelumnya manfaat IKD belum banyak dirasakan masyarakat, kini keberadaannya mulai terintegrasi dengan sejumlah layanan pemerintah, seperti salah satunya penyaluran hibah dan bantuan sosial.
“Awalnya masyarakat belum melihat manfaat IKD karena konektivitasnya dengan layanan publik masih terbatas. Sekarang sudah mulai terintegrasi sehingga masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya mengaktifkan IKD,” ujarnya, Jumat (10/7).
Menurutnya, pemerintah pusat juga menetapkan target aktivasi IKD secara bertahap. Tahun 2026 ditargetkan mencapai 20 persen dari jumlah penduduk yang telah melakukan perekaman KTP elektronik. Sementara pada 2027 targetnya meningkat menjadi 30 persen.
Di Tabanan, jumlah penduduk yang telah melakukan perekaman e-KTP saat ini mencapai sekitar 383 ribu jiwa. Untuk mengejar target tersebut, Disdukcapil terus mengintensifkan pelayanan jemput bola melalui program Bungan Desa, kegiatan pemerintahan desa, hingga berbagai aktivitas masyarakat.
Namun demikian, persentase capaian IKD tidak selalu meningkat meski jumlah aktivasi bertambah. Kondisi itu dipengaruhi adanya penambahan penduduk pemula yang setiap tahun melakukan perekaman e-KTP. Kelompok tersebut belum otomatis mengaktifkan IKD sehingga persentase capaian bersifat fluktuatif.
“Kami tetap mengoptimalkan pelayanan, baik secara pasif di kantor maupun jemput bola ke desa-desa. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat IKD dan bersedia melakukan aktivasi,” pungkasnya. (Dewi Puspawati/balipost)









