
NEGARA, BALIPOST.com – Tumpukan sampah yang ditinggalkan pengguna jalan dan kendaraan yang mengantre menuju Pelabuhan Gilimanuk selalu menjadi persoalan. Sepanjang jalan nasional di kawasan perbatasan, mulai dari Gelungkori hingga depan Gedung KDMP Gilimanuk, dipenuhi sampah plastik dan residu yang mengganggu kebersihan pintu gerbang Bali.
Dalam aksi korve bersih sampah yang digelar Jumat (10/7), ratusan kilo berhasil diangkut. Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tonny Wirahadikusuma mengatakan persoalan sampah di jalur menuju pelabuhan sebagian besar dipicu antrean kendaraan yang kerap terjadi.
Selama kendaraan mengantre, tidak sedikit pengguna jalan yang membuang sampah sembarangan di sepanjang ruas jalan nasional.
“Jenis sampah yang paling banyak ditemukan berupa plastik dan residu seperti tisu, popok sekali pakai (pampers), hingga styrofoam bekas makanan. Bahkan ada oknum yang sengaja membuang sampah di kawasan hutan bakau TNBB maupun di pinggir jalan,” ujarnya.
Menurutnya, petugas juga masih menemukan styrofoam bekas makanan yang dimasukkan ke dalam kantong plastik kemudian ditinggalkan begitu saja di bahu jalan. Kondisi ini dinilai mencoreng wajah kawasan perbatasan sekaligus berpotensi mencemari lingkungan.
Gerakan bersih yang berlangsung sekitar dua jam tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 500 kilogram sampah plastik dan residu. Sampah kemudian dipilah, dimasukkan ke dalam karung, dan diangkut menggunakan truk sampah untuk selanjutnya ditangani sesuai prosedur.
Selain melakukan pembersihan, jajaran Kelurahan Gilimanuk bersama Satgas juga memberikan sosialisasi kepada warga yang tinggal di sepanjang jalan nasional dan kawasan bakau TNBB agar tidak membuang sampah sembarangan. Warga diminta memilah sampah sejak dari rumah.
Tonny juga kembali mengingatkan masyarakat untuk membuat Teba Modern sebagai upaya mengolah sampah organik secara mandiri. Langkah tersebut sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Jembrana yang sejak 1 Juli 2026 membatasi pembuangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sehingga hanya sampah tertentu yang dapat dibuang ke TPA.
Ia berharap kepedulian seluruh pengguna jalan, warga, maupun awak angkutan umum dapat meningkat sehingga kawasan perbatasan menuju Pelabuhan Gilimanuk tetap bersih dan nyaman sebagai pintu masuk utama Pulau Bali. (Surya Dharma/balipost)










