
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kecelakaan kerja merenggut nyawa seorang buruh harian lepas di Kabupaten Buleleng. Nyoman Sutama (55), warga Banjar Dinas Kaje Kangin, Desa Kubutambahan, meninggal dunia setelah terjatuh ke dasar sumur sedalam sekitar 12 meter saat melakukan pekerjaan penggalian, Kamis (9/7) sore.
Peristiwa nahas itu terjadi di kawasan Subak Dalem, Banjar Dinas Kaje Kangin, sekitar pukul 15.30 WITA. Saat kejadian, korban bersama sejumlah rekannya tengah menggali sumur.
Kapolsek Kubutambahan AKP Ketut Budayana seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman dikonfirmasi Jumat (10/7) menjelaskan, korban berada di dasar sumur untuk melakukan penggalian. Sementara beberapa pekerja lainnya berada di atas membantu proses pekerjaan.
“Saat hendak naik ke atas untuk beristirahat, korban diduga terpeleset. Pegangan tangannya terlepas sehingga korban jatuh kembali ke dasar sumur dengan kedalaman kurang lebih 12 meter,” ujar AKP Budayana.
Berdasarkan keterangan saksi, korban mulai bekerja sekitar pukul 14.30 Wita. Setelah sekitar satu jam bekerja, korban berusaha naik ke permukaan untuk beristirahat. Namun nahas, pegangan yang digunakan korban diduga terlepas sehingga tubuhnya terjatuh ke dasar sumur.
Mengetahui kejadian tersebut, kakak korban yang berada di lokasi langsung turun ke dalam sumur untuk memberikan pertolongan. Namun saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Laporan kejadian kemudian diterima Polsek Kubutambahan. Petugas bersama Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan personel Pemadam Kebakaran Kecamatan Kubutambahan serta tenaga medis dari Puskesmas Kubutambahan I untuk melakukan proses evakuasi.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka robek cukup lebar di bagian belakang kepala, luka pada kepala bagian belakang, lecet pada dahi dan hidung, serta diduga mengalami patah leher akibat benturan keras. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Usai proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
AKP Budayana menegaskan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja. Pihak keluarga telah menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
“Peristiwa ini murni kecelakaan kerja. Keluarga korban menerima kejadian tersebut dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi,” tegasnya. (Nyoman Yudha/balipost)










