
DENPASAR, BALIPOST.com – Sejak gencarnya penanganan dan pemilahan sampah di sumber, volume sampah warga Denpasar ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung mengalami penurunan. Saat ini sampah yang dibawa ke TPA Suwung mencapai sekitar 500 ton dari sebelumnya 1.033 ton per hari.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa dijumpai di Pesanggaran, Rabu (8/7). Dikatakannya, penurunan volume sampah ke TPA tersebut merupakan hasil penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber serta optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS3R di berbagai wilayah.
Gustra sapaan akrabnya mengatakan, masih ada beberapa masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan belum terpilah. Hal ini menjadi kendala. Sampah yang tercampur tersebut membuat proses penanganan menjadi lebih lambat karena harus dipilah kembali oleh petugas sebelum dikirim ke TPST maupun TPS3R untuk diolah.
“Yang masih menjadi tantangan adalah masih adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan tidak dipilah. Akibatnya, petugas harus melakukan pemilahan ulang sehingga membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak,” ujar Gustra.
Dia mengatakan, proses pemilahan sampah ini tidak hanya dilakukan oleh petugas DLHK. Pemerintah desa juga telah menyiapkan tenaga khusus untuk melakukan pemilahan sampah di wilayah masing-masing. Sementara itu, penanganan sampah yang berada di aliran sungai turut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar.
Gustra menegaskan, perilaku membuang sampah sembarangan tidak bisa dihilangkan dalam waktu singkat. Karena itu, DLHK tetap menyiagakan petugas pemilah di tempat penampungan sementara agar sampah yang masuk tetap dapat diproses sesuai sistem pengelolaan yang berlaku.
“Selama masih ada masyarakat yang belum sadar, kami tetap harus menyiapkan tenaga untuk memilah sampah di tempat pembuangan sementara,” katanya.
Terkait sisa sekitar 500 ton sampah per hari yang masih dikirim ke TPA Suwung, Pemkot Denpasar terus berupaya meningkatkan kapasitas pengolahan melalui penambahan fasilitas TPST.
Selain itu, pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) juga diyakini akan menjadi solusi penting dalam menekan volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. (Widiastuti/balipost)










