Kondisi Bangli Sport Center yang masih dalam proses pembangunan. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Memasuki paruh kedua tahun anggaran 2026, sejumlah proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah di Bangli masih belum berjalan. Salah satunya adalah kelanjutan pembangunan Bangli Sport Center yang telah dialokasikan dana sebesar Rp30 miliar.

Selain sport center, beberapa proyek lainnya yang bernilai belasan miliar rupiah juga masih nihil pengerjaan. Proyek tersebut yakni kelanjutan pembangunan Sasana Budaya Rp15 miliar, serta pembangunan fasilitas Polres Bangli meliputi rumah dinas kapolres dan wakapolres, gedung TK Bhayangkari serta Sasana Bhayangkara dengan total nilai kurang lebih Rp12 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli, Dewa Agung Suryadarma menjelaskan bahwa untuk proyek sport center saat ini sudah ada pemenang lelang. Namun belum dilakukan penetapan resmi dan penandatanganan kontrak kerja. “Sudah ada pemenangnya. Tinggal penetapan pemenang saja,” ujar Agung Suryadarma, Rabu (8/7).

Baca juga:  5 Berita Koran Bali Post Terbit Hari Ini, Senin 27 April 2026

Menurutnya, sebelum diputuskan oleh tim dan dilanjutkan ke proses kontrak, pihak dinas masih harus melakukan pengecekan akhir terhadap dokumen-dokumen penawaran. Jika seluruh dokumen dinyatakan lengkap dan tidak ada masalah, barulah dilanjutkan penetapan pemenang dan kontrak kerja.

Mengenai proyek lanjutan Sasana Budaya, kata Agung Suryadarma, proses lelang baru dijadwalkan bergulir pada minggu ini. Sementara, untuk pembangunan fasilitas Polres Bangli yang proses pengadaan dilakukan secara terpisah baru proyek Sasana Bhayangkara yang sudah mendapat pemenang tender. Sedangkan pembangunan Gedung TK Bhayangkari serta rumah dinas kapolres dan wakapolres masih tahap tender.

Baca juga:  Bahan Baku Mahal, Perajin Genta Mulai Langka

Suryadarma menjelaskan, beberapa faktor yang mempengaruhi keterlambatan proses lelang. Diantaranya perubahan harga satuan material akibat kenaikan harga BBM. Dijelaskan bahwa rancangan anggaran biaya (RAB) awal proyek dihitung pada akhir tahun 2025 lalu.

“Kemudian di awal 2026 ini kan ada pengaruh kenaikan BBM dan kondisi situasional lainnya sehingga kalau kita tetap tenderkan dengan harga normal yang dulu, kemungkinan akan sulit berminat rekanannya,” ujar Suryadarma.

Baca juga:  Tiket Penyeberangan Gerai Pinggir Jalan di Gilimanuk Dikeluhkan Mahal

Faktor lainnya karena adanya penyesuaian desain. Selain itu, pihaknya juga harus memastikan ketersediaan anggaran karena proyek tersebut dibiayai melalui dana bantuan keuangan khusus (BKK).

Meski sejumlah proyek tersebut baru akan dikerjakan di semester kedua ini, pihaknya optimis waktu yang tersisa cukup. Suryadarma menegaskan bahwa sisa waktu yang ada di tahun anggaran 2026 ini masih sangat mencukupi untuk menyelesaikan target pembangunan. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN