Polisi bersama pihak terkait mendatangi TKP bentrokan di Jalan Akasia, Denpasar Timur. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Warga di Jalan Akasia, Denpasar Timur (Dentim), sangat terganggu karena ulah sejumlah orang asal NTT, Rabu (8/7) dini hari. Dalam kondisi mabuk, mereka menggeber gas motor dan terjadi bentrokan. Kedua belah pihak saling pukul dan lempar batu.

Terkait peristiwa ini, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan kejadiannya pukul 02.20 WITA. Anggota Polsek Dentim telah memeriksa sejumlah saksi. Dari keterangan saksi berinisial Mc asal NTT, ia bersama teman-teman habis nobar Piala Dunia 2026 di Jalan Tukad Badung, Denpasar Selatan.

Baca juga:  DLHK Denpasar Pasang Alat Pemantau Kualitas Udara

Karena timnas favoritnya, Argentina, menang, Mc merayakan kegembiraannya sampai di depan kosnya yaitu TKP sambil geber-geber motor dan berteriak Argentina menang.

“Beberapa tetangga kos datang dan menegur mereka. Karena pengaruh minuman beralkohol, salah satu teman saksi (MC) tidak terima,” ujarnya.

Situasi memanas, awalnya terjadi cekcok mulut dan berkembang jadi keributan. Beberapa menit kemudian warga makin banyak datang, termasuk pecalang dan anggota Polsek Dentim. Petugas langsung melerai bentrokan itu dan menyuruh mereka kembali ke kos masing-masing.

Baca juga:  Penjual Senpi Rakitan dan Pengeroyokan Diburu

Sementara SD asal NTT mengatakan pukul 02.20 WITA, ia dan penghuni kos lainnya sedang istirahat. Mereka terusik karena mendengar ada orang geber-geber motor dan berteriak-teriak.

Merasa terganggu SD bersama penghuni kos sebelahnya mengecek keluar. Mereka melihat penghuni kos di seberang gang melakukan hal itu. SD dan warga lainnya langsung menegur.

Ternyata teman-teman Mc tidak terima dan terjadi perang mulut. Situasi memanas karena Mc dan teman-temannya kondisi mabuk.

Baca juga:  Bjorka Klaim Retas Miliaran Data Pengguna PeduliLindungi, Ini Kata Menkes

Kedua belah pihak saling pukul dan lempar batu.  “Dari kedua belah pihak ini ada yang mengalami luka lecet dan memar bagian punggung serta siku tangan,” kata Iptu Adi.

Selanjutnya petugas Polsek Dentim bersama pecalang dan aparat desa setempat melakukan mediasi untuk meredam situasi. “Orang yang terlibat keributan tersebut dalam pengaruh minuman alkohol dan emosi. Untuk menjaga situasi tetap kondusif karena sudah subuh, kedua belah pihak diminta masuk ke kamar kosnya masing-masing,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN