Beberapa wisatawan menyusuri dermaga setelah turun dari kapal penyeberangan di Pelabuhan Serangan Sire Angen, Denpasar. Minimnya jumlah penyeberang menjadi salah satu faktor operasional kapal cepat yang menghubungkan Banyuwangi - Denpasar berhenti sementara. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kapal cepat yang menghubungkan Denpasar-Banyuwangi berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Sebelumnya, kapal cepat ini juga sempat libur sesaat pada Oktober 2025 lalu untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan. Namun berhentinya operasional kali ini akan berlangsung cukup lama, melihat situasi dan kondisi jumlah penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar I Ketut Sriawan, Selasa (7/7) mengatakan dihentikannnya operasional kapal cepat untuk sementara waktu ini karena minimnya jumlah penumpang. Menurutnya fenomena yang terjadi di lapangan, masyarakat Banyuwangi ataupun Jember yang balik dari Bali lebih suka memanfaatkan kendaraan pribadi lewat darat.

Baca juga:  Mulai Berkantor di Bali, Sandiaga Ajak Pelaku Usaha Ikuti Jejaknya

Termasuk saat momen Lebaran lalu yang diharapkan bisa mendongkrak jumlah penumpang, ternyata belum bisa memenuhi keinginan tersebut. “Pertimbangan masyarakat Banyuwangi ataupun Jember saat itu tidak bisa berpegerian saat dikampungnya kalau tidak bawa kendaraan pribadi. Apalgi Lebaran kan jadi ajang silahturahmi, mereka mengunjungi sanak sodara saat hari raya,” katanya.

Demikian untuk tujuan menyasar wisatawan pun kapal cepat ini diakuinya belum berhasil. Hal tersebut lantaran tidak banyak wisatawan dari Bali yang berkeinginan berwisata ke Kawah Ijen.

Baca juga:  Denpasar Jajaki Hotel untuk Isolasi OTG-GR

Dengan itu, kata Sriawan, untuk sementara trayek kapal cepat Denpasar-Banyuwangi milik Bahari Express ini dihentikan sementara. Untuk beroperasi kembali dikatakannya masih melihat situasi dan ada kemungkinan untuk merubah trayek. “Saat ini masih menyesuaikan trayek. Dilihat situasi dulu, kemungkinan akan ada perubahan trayek,” jelasnya.

Berdasar data penumpang, tercatat jumlah penumpang pada Juli 2025 lalu sebanyak 243 orang, lanjut Agustus 2025 tercatat 593 penumpang, September 772 penumpang dan Oktober ada perbaikan sementara sehingga tidak ada penumpang yang dilayani. Kemudian penyeberangan berlanjut pada bulan November dengan melayani 36 penumpang dalam sebulan. Kemudian Desember 825 penumpang dan Januari 2026 sebanyak 415 penumpang. Dengan kapasitas kapal mencapai total 400 orang, jumlah tersebut tentu sedikit yang mampu dilayani setiap harinya.

Baca juga:  Mantan Kadisbud Denpasar Diadili, Lomba Layangan Virtual dan Belanja Fiktif Jadi Bahasan

Sebelumnya, kapal cepat ini dioperasikan dari Pelabuhan Marina Boom (Banyuwangi) menuju Denpasar tepatnya di Pelabuhan Sire Angen, Serangan. Kapal cepat Express Bahari ini melakukan penyeberangan perdana pada 23 Juli 2025 lalu. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN