Komisi I dan IV DPRD Kota Denpasar memantau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP tahun ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Denpasar, Senin (6/7). Pada SPMB ini, semua proses pendaftaran SMP Negeri di Kota Denpasar dilakukan secara online. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menjelang berakhirnya pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Komisi I dan IV DPRD Kota Denpasar melakukan kunjungan ke SMPN 1 dan 3 Denpasar pada Senin (6/7). Kunjungan ini menyoroti beberapa hal, mulai dari penerimaan jalur prestasi hingga kedepan harus adanya kombinasi nilai dan jarak sekolah calon murid dalam seleksi jalur mutasi.

Ketua Komisi IV I Wayan Duaja diwawancarai usai diskusi di SMPN 1 Denpasar mengatakan, meski SPMB sudah mau berakhir namun masih berlangsung yang saat ini ada pada tahap pendaftaran ulang. Pihaknya menilai seluruh pelaksanaan SMPB di Denpasar sudah sesuai dengan alur, meski demikian tetap dilakukan pengawasan. Seperti halnya pada jalur prestasi sebelumnya, ada keluhan pada jalur prestasi yang dimiliki calon murid di ajang olimpiade salah satunya bidang Tarung Derajat namun tidak bisa diterima di SMPN 1 Denpasar. “Namun tadi sudah dijelaskan alasannya karena tidak ada pembinanya,” ujar Duaja.

Baca juga:  Ratusan Siswa Pengungsi Gunung Agung Sekolah di Badung

Untuk itu ke depannya, kata dia, sekolah-sekolah unggulan seperti SMPN 1 dan SMPN 3 Denpasar harus memiliki pembina-pembina terkait sehingga anak didik yang memiliki prestasi bisa tertampung. Meski dia menegaskan tidak ada istilah sekolah unggulan, namun Duaja mengatakan, dua SMP di Denpasar ini memiliki kesan yang begitu bagus sehingga menjadi harapan bagi masayarakat.

Selain jalur prestasi, dewan juga menyoroti soal jalur domisili. Ke depan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Denpasar khususnya Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dalam perbaikan sistem SPMB. Menurutnya harus ada juga kombinasi nilai dan jarak rumah siswa dengan sekolah untuk menentukan kelulusan di jalur ini.

Baca juga:  Hanya 23,27 Persen Daratan Bali Berupa Hutan

“Nanti ke depan kita akan koordinasikan sebelumnya dengan Disdikpora. Jangan setelah last minute nanti baru kita konsultasi. Mungkin harus tiga bulan sebelumnya,” terang Duaja.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Denpasar Ni Wayan Raiyani mengatakan, tidak diterimanya siswa dengan prestasi Tarung Derajat sebelumnya dikarenakan pembina terkait tidak dimiliki di SMPN 1 Denpasar. Menurutnya jika anak dipaksakan tetap bersekolah di SMPN 1 Denpasar maka bakat dan prestasi yang dimiliki oleh anak tersebut tidak akan berkembang. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Gus Sombi Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Karangasem

 

BAGIKAN