Air PDAM tak mengalir di Seraya. Kondisi tersebut, membuat warga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pelanggan air bersih di wilayah Banjar Dinas Kaler, Desa Seraya, Karangasem, mengeluh. Hal itu menyusul tidak mengalirnya air dari PDAM atau Perumda Tirta Tohlangkir selama beberapa hari.

Kondisi tersebut membuat warga menjadi kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

“Air sudah tiga hari mati. Air di cubang sudah habis sehingga sekarang susah untuk mencuci piring, minum, dan mandi,” ujar salah seorang pelanggan PDAM, Sabtu (4/7).

Baca juga:  Ratusan Sopir Pemkab Buleleng Datangi Kediaman Pj Bupati

Menurutnya, untuk dapat memenuhi kebutuhan air, pihaknya harus mencari air ke sumber mata air yang ada di Ujung. “Harus ke Ujung kalau nyari air, kalau mandi ke terpaksa ke sungai,” imbuhnya.

Sementara itu, Kelian Banjar Dinas Kaler, I Made Budi membenarkan jika sebagian warganya saat ini sudah tidak dapat air bersih dari PDAM selama beberapa hari. Kata dia, dari 300 kepala keluarga (KK) sekitar 150 KK yang mengalami kesulitan air bersih.

Baca juga:  Mengkhawatirkan, Peradaban Air di Bali Mulai Hilang

“Kami sudah melapor ke pihak PDAM terkait kondisi ini, tapi sampai saat ini air belum juga mengalir. Jadi masyarakat mulai mengeluh, mengingat air merupakan kebutuhan utama masyarakat. Terlebih lagi, kondisi seperti itu sudah cukup sering terjadi. Tapi sebelumnya biasanya hanya satu hari tidak mengalir kemudian besoknya sudah ada air,” ujarnya.

Terkait kondisi tersebut, Humas Perumda Tirta Tohlangkir, I Ketut Mudita menjelaskan, penyebab air tak mengalir karena tidak normalnya aliran air dari sumber ke reservoir. “Petugas kami masih melakukan penelusuran apa penyebab air dari sumber ke reservoir alirannya kecil. Kami akan upayakan agar air secepatnya kembali mengalir,” kata Mudita. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Sejumlah Desa di Bangli Serahkan Pengelolaan Pamsimas ke PDAM
BAGIKAN