Sejumlah pengendara melintas di Jalan Wr. Supratman depan Pura Agung Petilan Pengrebongan Desa Adat Kesiman, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Lomba penjor menjadi salah satu ciri khas pelaksanaan Ngerebong Desa Adat Kesiman. Penjor indah nan megah mulai ditancapkan pada Sabtu (4/7) atau H-1 Ngerebong. Dengan aktivitas yang menimbulkan keramaian ditambah tingginya antusias masyarakat menyaksikan, arus lalu lintas pun dialihkan sementara pada jam-jam krusial.

Bendesa Adat Kesiman, Jro Ketut Wisna saat diwawancarai, Sabtu (4/7) mengatakan, lomba penjor ini mengikutsertakan semua sekaa teruna di Desa Adat Kesiman. Total ada 32 sekaa teruna yang  memasang penjor sesuai tema dan kreativitas masing-masing.

Pemasangan atau penancapan penjor yang dimulai pada H-1 ini pun sudah terbiasa dilakukan setiap pelaksanaan Ngerebong enam bulan sekali. Titik pemasangan untuk masing-masing sekaa teruna pun sudah diketahui. Termasuk ukuran sudah ditentukan.

Baca juga:  Ini Pesan Rai Mantra pada Wali Kota Terpilih

“Penjor ini menjadi ciri khas yang setiap pelaksanaan Ngerebong pasti dilakukan. Seperti yang kita ketahui, kreativitas sekaa teruna di Kesiman dalam pembuatan penjor sangat bagus. Dibuktikan dengan seringnya juara lomba penjor di tingkat kota diraih oleh Kesiman,” terangnya.

Tema pembuatan penjor ditentukan oleh masing-masing sekaa teruna sehingga menjadi pembeda setiap lomba ini digelar. “Temanya ditentukan masing-masing. Seperti misalnya yang ngambil tema pelegongan, dia akan membuat ulat-ulatan lebih cenderung ke tari atau lainnya,” ujar Jro Mangku Wisna atau JMW panggilan akrabnya.

Baca juga:  Kantor MDA Provinsi Bali Diplaspas

Terkait dengan keramaian yang ditimbulkan dari aktivitas ini, JMW mengatakan pihaknya bersama prajuru dan pecalang Desa Adat Kesiman telah melakukan koordinasi dengan kepolisian termasuk Dinas Perhubungan. Koordinasi dilakukan untuk menentukan jalur-jalur yang bisa digunakan sebagai jalur alternatif.

Penutupan jalan dikatakannya hanya berlangsung sementara. Seperti pada Sabtu (4/7) pada siang hingga sore hari untuk pemasangan penjor, kemudian malam sekitar pukul 22.00 WITA ditutup sebentar serta pada hari H yakni Minggu (5/7) jalan ditutup dari pukul 10.00 WITA hingga sore hari.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Skuad Belanda di Piala Dunia hingga Viral Mobil Raib di Parkiran Hotel

“Kami mohon permakluman kepada masyarakat bahwa Minggu besok ada penutupan sementara dari jam 10.00 pagi sampai sore. Masyarakat yang akan melintasi Jalan Supratman khususnya di depan pura, agar mencari alternatif lain,” imbuhnya.

Pada H-1 Ngerebong ini juga digelar lomba ngelawar dan vlog untuk sekaa teruna setempat. Semua juara lomba akan diumumkan pada pentas budaya yang dilaksanakan pada Minggu (5/7) malam. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN