Pembukaan QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Bali 2026 di Renon, Sabtu (4/7). (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali mengingatkan pesatnya perkembangan transaksi digital harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital dan kesadaran masyarakat terhadap keamanan bertransaksi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani mengatakan meningkatnya penggunaan pembayaran digital juga diikuti berbagai tantangan, mulai dari penipuan digital, penyalahgunaan data pribadi, tautan palsu (phishing), hingga berbagai bentuk kejahatan siber.

“Semakin banyak transaksi digital, masyarakat juga harus semakin cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Kemudahan yang diberikan harus diimbangi dengan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital,” ujarnya saat pembukaan QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Bali 2026 di Renon, Sabtu (4/7).

Baca juga:  Mahayastra Siap Hadapi KIM Maupun Kotak Kosong

Ia mengatakan edukasi mengenai perlindungan konsumen dan keamanan transaksi menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital. Karena itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan berbagai kanal pengaduan dan layanan perlindungan konsumen yang telah disiapkan Bank Indonesia apabila mengalami kendala dalam bertransaksi.

Dalam kesempatan tersebut, Luh Ayu juga mengajak generasi muda menjadi agen perubahan dalam pengembangan ekonomi digital melalui kegiatan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026. Menurutnya, selain memperkenalkan kekayaan kuliner Bali dan mendukung UMKM lokal, peserta juga diharapkan menghasilkan konten kreatif yang mampu mempromosikan potensi daerah secara positif.

Baca juga:  Turun dari Sehari Sebelumnya, Tambahan Kasus dan Korban Jiwa COVID-19 Bali

Ia mengingatkan agar media sosial dimanfaatkan secara bijak untuk memperkuat citra pariwisata Bali, terutama di tengah masih munculnya berbagai informasi hoaks yang berpotensi merugikan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, mengatakan QRIS Jelajah Indonesia merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memperluas pengalaman masyarakat menggunakan QRIS sekaligus meningkatkan adopsi pembayaran digital di seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan, QJI 2026 yang mengusung tema kuliner tidak hanya bertujuan memperkenalkan kekayaan kuliner Bali, tetapi juga mengajak masyarakat dan generasi muda merasakan langsung kemudahan bertransaksi menggunakan QRIS. Melalui kegiatan tersebut, peserta juga diharapkan ikut mengedukasi masyarakat agar semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital.

Baca juga:  Kemenhub Sebut Kajian Kenaikan Tarif Ojol hingga 15 Persen Masuk Finalisasi

Karena itu, Bank Indonesia akan terus menggandeng perbankan, termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, untuk memperluas edukasi dan mendorong penggunaan QRIS dalam berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari transaksi di UMKM, pasar tradisional, hingga pembayaran layanan masyarakat.

“Harapan kami, masyarakat Bali memiliki pengalaman menggunakan QRIS sehingga semakin banyak yang memanfaatkan pembayaran digital dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Achris.

Ia menambahkan, semakin luas penggunaan QRIS oleh masyarakat lokal akan memperkuat ekosistem ekonomi digital, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Bali. (Suardika/balipost)

BAGIKAN