Ilustrasi bendera Iran dan AS. (BP/Antara)

ISTANBUL, BALIPOST.com – Iran pada Sabtu (27/6), mengecam serangan Amerika Serikat terhadap sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatannya. Mereka menuduh Washington melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta pakta yang baru ditandatangani untuk mengakhiri perang.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan tersebut menargetkan fasilitas pengawasan di wilayah pesisir. Teheran juga menegaskan kembali haknya untuk membela diri, seraya menyatakan bahwa angkatan bersenjatanya telah melancarkan serangan balasan terhadap sasaran yang terkait dengan Amerika Serikat.

Baca juga:  Iran Hanya Izinkan Negara Sahabat Lewati Selat Hormuz

Kementerian tersebut juga mendesak negara-negara di kawasan Teluk untuk mencegah pihak-pihak agresor menggunakan wilayah dan fasilitas mereka untuk melakukan tindakan agresi terhadap Iran.

Selain itu, Iran menyerukan kepada PBB dan lembaga-lembaga internasional agar tidak bersikap acuh tak acuh terhadap pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Amerika Serikat pada Jumat malam menyatakan bahwa pasukannya telah menyerang lokasi penyimpanan rudal, drone, dan radar milik Iran setelah menuduh Teheran berada di balik serangan terhadap sebuah kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Baca juga:  Sebut Sudah Pelajari Usulan Baru Iran, Trump: Tidak Dapat Diterima

Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa angkatan lautnya telah menyerang sejumlah posisi militer Amerika Serikat di kawasan dan memperingatkan akan memberikan respons yang lebih keras apabila eskalasi terus berlanjut.

Sebelumnya pada bulan ini, Teheran dan Washington mencapai nota kesepahaman 14 poin yang dimediasi Pakistan, dan mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca juga:  KPU Bangli Tetapkan 199.031 Pemilih Triwulan IV

Kesepakatan itu mencakup penghentian permusuhan di berbagai front, termasuk di Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran.

Kedua negara juga sepakat melanjutkan perundingan selama 60 hari guna mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif dan berjangka panjang. (kmb/balipost)

BAGIKAN