Salah satu ortu siswa sedang melakukan pendaftaran SPMB SMPN secara online pada 2025. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Syarat lolosnya siswa dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP jalur prestasi dipertanyakan. Salah satu orang tua yang anaknya tidak lolos menilai model pengambilan keputusannya tidak jelas.

Pasalnya, sang anak yang memiliki bobot nilai prestasi lebih besar tak lolos, sementara yang bobotnya lebih kecil diterima.

Kegelisahan tersebut dituliskan melalui postingan di media sosial. “Entah seperti apa model pengambilan keputusannya. Mungkin ada yang bisa menjelaskan secara tertulis? Jalur prestasi SPMB SMP Kota Denpasar,” tulisnya dalam akun.

Baca juga:  Perempuan Berperan Penting Sukseskan Pemilu Serentak 2024

Postingan tersebut juga dilengkapi dengan tangkapan layar bobot prestasi sang anak dan bobot prestasi peserta lain yang dinyatakan lolos. Keduanya sama-sama mendaftar jalur prestasi pada kategori non-akademik olahraga.

Sang anak mendapat nilai bobot prestasi 24.00, sedangkan siswa yang dinyatakan lolos tersebut bobot prestasinya 6.00.

Dihubungi melalui pesan WA, ortu yang tidak mau disebutkan nama dan akunnya ini pun mempertanyakan dasar penentuan kelulusan tersebut. “Saya bingung, apa fungsi pembobotannya kalau begitu,” paparnya.

Baca juga:  Ikut Dua Kejuaraan Woodball di Korsel, Mahasiswa Undiksha Raih 5 Medali

Ia mengaku sang anak mendaftar di SMPN 10 Denpasar. Sementara prestasi yang diraihnya yakni Juara III Double Putra Pentaque Porsenijar Kota Denpasar 2025 dan Juara I Pentaque Double Putra Tingkat Kecamatan 2025.

Terkait hal itu, Kepala SMPN 10 Denpasar, I Wayan Sumiara yang dikonfirmasi mengatakan penentuan kelulusan tersebut berdasarkan pada bidang prestasi dan peringkat secara berjenjang. “Menggunakan piagam peringkat dan juga ada yang berjenjang. Nilai tertinggi dari prestasi siswa yang dipakai,” katanya.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Sejumlah Penerbangan Internasional Dibatalkan hingga Penilaian Ogoh-ogoh Denpasar

Ia menambahkan, untuk kategori olahraga bidang pentaque, pendaftarnya cukup banyak. Sehingga persaingannya menjadi sangat ketat untuk bisa diterima. “Kami seleksi sesuai jenjang juaranya. Karena ada juga yang juara di tingkat provinsi. Pendaftar untuk pentaque ini banyak, dan kami mencarinya sedikit. Jadi sesuai peringkat pada masing-masing bidang,” paparnya.

Sementara itu, terkait siswa dengan bobot lebih kecil dan diterima karena siswa tersebut berprestasi pada bidang lain. “Itu beda prestasinya. Bukan pentaque, meskipun sama-sama prestasi non-akademik olahraga,” jelasnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN