Antrean kendaraan barang di depan Pasar Umum Gilimanuk, Kamis (25/6) siang. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Antrean di Pelabuhan Ketapang sejak beberapa hari terakhir berdampak hingga ke Pelabuhan Gilimanuk yang menjadi penghubung koneksi Selat Bali. Bahkan, pihak kepolisian menerapkan pengalihan lalu lintas pada kendaraan roda empat ke gang-gang di kawasan Gilimanuk untuk mengurangi ekor antrean, Rabu (24/6) malam.

Kendaraan besar seperti truk diarahkan di jalan utama lewat Pasar Gilimanuk. Beberapa kapal yang bersandar di dermaga Gilimanuk pada Rabu malam juga terlihat langsung balik ke Pelabuhan Ketapang, lantaran diterapkan pola TBB (tiba bongkar berangkat) untuk mengurai antrian kendaraan yang masuk ke Bali. Hingga Kamis (25/6) siang, antrean masih terjadi terutama kendaraan barang hingga di depan Pasar Gilimanuk atau sekitar 1 kilometer dari pelabuhan.

“Beberapa kapal tadi malam langsung jalan, tidak sempat muat di Pelabuhan Gilimanuk setelah bongkar muatan,” ujar salah seorang warga yang menunggu di dermaga LCM Gilimanuk.

Baca juga:  Dalam 10 Hari, Transaksi UMKM Kuliner di PKB 2026 Tembus Rp1,88 Miliar 

Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan langkah-langkah penanganan secara intensif untuk mengatasi tingginya volume kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Antrean kendaraan menuju pelabuhan terpantau mencapai kurang lebih 5 kilometer di Pelabuhan Ketapang.

Kepadatan mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir seiring kondisi cuaca di perairan Selat Bali yang dipengaruhi arus kuat dan angin kencang. ASDP mengklaim mengutamakan keselamatan pelayaran, proses bongkar muat kapal dan pola operasional penyeberangan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Selama beberapa hari terakhir terjadi peningkatan mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah serta adanya penyesuaian layanan akibat gangguan operasional pada dua unit long distance ferry (LDF) milik PT ALP turut memengaruhi kelancaran arus kendaraan.

Baca juga:  Melihat Tampilan Baru New Honda Scoopy, Kunjungi Exhibition di Mal Bali Galeria

“Situasi tersebut menyebabkan sebagian layanan kendaraan angkutan barang bergeser ke kapal ferry reguler, disertai peningkatan volume kendaraan kecil dan bus sekitar 30 persen dibandingkan kondisi normal. Meski demikian, pelayanan terhadap kendaraan kecil dan bus tetap menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat dapat terus terjaga,” ujar GM ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko K.

Menurutnya, ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk BPTD dan KSOP, telah mengambil berbagai langkah percepatan di lapangan dengan mengoptimalkan seluruh fasilitas dan armada yang tersedia. Operasional di dermaga moveable bridge (MB) berjalan normal dengan dukungan 19 kapal reguler dan tambahan 11 kapal, sehingga total terdapat 30 kapal yang melayani lintasan Ketapang–Gilimanuk, dari normalnya 27-28 kapal.

Sementara itu, layanan di Dermaga Bulusan tetap beroperasi normal dengan dukungan tambahan KMP Portlink VII. ASDP juga mengoperasikan satu unit kapal di dermaga LCM dengan skema full TBB (tiba-bongkar-berangkat) guna mempercepat arus kendaraan, serta mengoperasikan KMP Pratitha di dermaga ponton untuk membantu mengurai antrean kendaraan roda dua.

Baca juga:  Kebakaran di Kampus Undiksha, 3 Unit Damkar Dikerahkan

Menurutnya, ASDP memahami kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jasa. Maka dari itu, seluruh petugas di lapangan terus bekerja maksimal agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali berjalan lebih lancar.

ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas, menjaga ketertiban selama berada di area pelabuhan, serta memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi perusahaan guna memperoleh informasi yang akurat dan terkini. ASDP juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang aman dan lancar. (Surya Dharma/balipost)

 

BAGIKAN