
BANGLI, BALIPOST.com – Seorang pria di Kintamani menjadi korban pengeroyokan selama dua hari berturut-turut di dua lokasi berbeda. Kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban mengalami sejumlah luka di kepala dan wajah itu kini tengah ditangani oleh Polsek Kintamani.
Aksi pengeroyokan beruntun tersebut terjadi pada Rabu (17/6) sore, di depan Balai Banjar Wanasari, dan berlanjut pada Kamis (18/6) sore, di Pasar Singamandawa, Kintamani. Peristiwa bermula saat korban SMS (35) mendatangi IKW (19) di Banjar Wanasari untuk menyelesaikan permasalahan anaknya.
Pertemuan tersebut berujung cekcok dan perkelahian. Kejadian itu sempat dilerai warga. Tak berselang lama, datang seorang yang mengaku kakak IKW menantang korban, kemudian korban dikeroyok sekitar 10 orang sebelum akhirnya dilerai warga.
Keesokan harinya, perselisihan kembali berlanjut. IKW bersama teman-temannya mendatangi korban yang sedang berada di Pasar Singamandawa, Kintamani. Di tempat umum tersebut, korban kembali dikeroyok oleh beberapa rekan terlapor setelah sempat terlibat perkelahian dengan salah satu rekan IKW.
Akibat pengeroyokan selama dua hari berturut-turut itu, korban yang merupakan warga Banjar Jayamaruti, Desa Kintamani itu mengalami luka memar pada pelipis mata kanan, lecet di pipi kanan, benjol di kepala bagian belakang, serta lecet pada tangan kiri.
Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta mengatakan, korban telah melaporkan kejadian pengeroyokan tersebut ke Polsek Kintamani pada Selasa (23/6). Menindaklanjuti laporan itu, petugas telah melakukan olah TKP di dua lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi.
“Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan pasal 170 KUHP tentang tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum,” terangnya. (Dayu Swasrina/balipost)










