
SINGASANA, BALIPOST.com – Suasana libur Umanis Galungan di Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kamis (18/6), berlangsung lebih semarak. Pasalnya, tradisi ngelawang yang tampil bergantian sejak pagi berhasil mengatrol peningkatan jumlah pengunjung di kawasan wisata tersebut.
Tak hanya menyuguhkan hiburan budaya, keramaian juga terlihat dari keberadaan puluhan pedagang yang membuka lapak dadakan di sekitar objek wisata. Momen hari raya dimanfaatkan masyarakat untuk berjualan sekaligus menikmati meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.
Manajer Operasional DTW Alas Kedaton, I Gusti Bagus Suryawan mengatakan, jumlah sekaa ngelawang yang tampil tahun ini lebih banyak dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Hingga siang hari, tercatat lima sekaa telah datang dan menampilkan atraksinya secara bergantian.
“Sejak pagi sudah mulai berdatangan. Sampai siang sudah beberapa kali tampil dan akan berlanjut hingga sore,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi ngelawang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memanfaatkan libur Galungan. Hingga siang hari, jumlah pengunjung yang masuk berdasarkan tiket yang terjual mencapai sekitar 300 orang.
Selain pertunjukan budaya, sekitar 40 pedagang juga ikut meramaikan kawasan wisata. Kehadiran pasar dadakan tersebut menambah suasana ramai sekaligus memberi peluang bagi warga untuk memperoleh tambahan penghasilan.
Tradisi ngelawang di Alas Kedaton dijadwalkan kembali berlangsung saat Kuningan dan Umanis Kuningan pekan depan. Kegiatan serupa juga biasanya digelar pada momentum Ngembak Geni atau sehari setelah hari raya Nyepi.
Untuk biaya operasional, pihak pengelola saat ini masih menerapkan tarif tiket lama meski terdapat rencana kenaikan yang masih dalam tahap kajian. Wisatawan mancanegara dewasa saat ini dikenakan biaya Rp30 ribu dan domestik dewasa Rp20 ribu.
Sementara, untuk wisatawan asing anak-anak Rp20 ribu dan wisatawan domestik Rp15 ribu. “Untuk masyarakat lokal Bali, warga kita, Rp10 ribu,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)










