Ilustrasi bendera Iran dan AS. (BP/Antara)

TEHERAN, BALIPOST.com – Nota Kesepahaman untuk mengakhiri perang yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Zionis Israel terhadap Republik Islam Iran telah ditandatangani oleh Presiden Iran dan Presiden AS.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump telah menandatangani naskah MoU secara digital dari jarak jauh pada Kamis dini hari (18/6).

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif yang berperan sebagai mediator dalam proses diplomatik untuk kesepakatan itu juga akan menandatangani naskah MoU.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Irjen Daniel Dimutasi hingga 19 Kapolda Digeser

Sementara itu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, sebelumnya menegaskan bahwa serangan apapun oleh Israel kepada Lebanon, maupun pelanjutan penjajahan di kawasan negara Arab akan dianggap pelanggaran atas MoU antara Washington dan Teheran.

Peringatan itu dilontarkan saat pertemuannya dengan sejumlah duta besar, kuasa usaha, dan kepala misi internasional yang berada di Teheran pada Selasa (16/6).

Dalam pertemuan itu dia menjelaskan tentang negosiasi Iran-AS yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel melawan Iran sejak Februari 2026.

Baca juga:  DPRD Bali Umumkan Hasil Penetapan Gubernur dan Wagub Bali Terpilih

Dia mengatakan MoU antara Teheran dan Washington akan berlaku langsung setelah rencana tanda tangan pada Jumat. Babak baru negosiasi antara kedua negara untuk mencapai perjanjian final akan berlangsung secepatnya.

“Pada tahap awal, perkembangan yang sangat penting adalah deklarasi penghentian perang. Berdasarkan keputusan yang kami buat, penghentian perang telah diumumkan pada Senin pagi, dan tentu saja setelah perjanjian final dicapai, Senin waktu Teheran. Namun memorandum secara resmi akan berlaku pada Jumat,” demikian Menlu. (kmb/balipost)

Baca juga:  Mayoritas Masyarakat Masih Asosiasikan Jokowi dengan PDIP
BAGIKAN