Anggota Polsek Denbar melaksanakan monitoring dampak hujan lebat disertai angin kencang. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hujan lebat disertai angin kencang terjadi pada Jumat (12/6) dini hari menimbulkan bencana alam. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan pohon tumbang dan sejumlah bangunan rusak di wilayah Denpasar Barat (Denbar).

Personel Polsek Denbar melaksanakan kegiatan monitoring situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pascacuaca ekstrem. Monitoring dilaksanakan pada Jumat mulai pukul 04.30 WITA, dengan menyasar sejumlah lokasi yang berpotensi terdampak akibat kondisi cuaca ekstrem.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan beberapa dampak kejadian, diantaranya pohon tumbang jenis kamboja yang berlokasi di area SD Negeri 2 Pemecutan, Jalan Imam Bonjol, Desa Pemecutan Klod,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya.

Baca juga:  Polisi Tingkatkan Patroli Lokasi Rawan

Selain itu, hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan, seperti atap kanopi dan pelang nama Planet Ban, atap SDN 2 Pemecutan, atap rumah kos di Jalan Imam Bonjol Gang Ramayana, neon box Klinik Be Health Medika, serta atap kanopi Toko Kain Dewata.

Petugas juga menerima informasi terkait gardu PLN yang mengalami ledakan akibat dampak cuaca. Sementara itu, hasil pemantauan tidak ditemukan adanya kejadian banjir, genangan air, maupun tanah longsor. Kondisi debit air di beberapa aliran sungai yang berada di wilayah Denpasar Barat juga terpantau normal, diantaranya Tukad Badung, Tukad Mati, dan Tukad Srogsogan.

Baca juga:  Lanud Ngurah Rai Kerahkan Babinpotdirga Dukung PPKM

“Personel Polsek Denpasar Barat langsung melakukan pengecekan ke sejumlah titik setelah terjadi hujan deras disertai angin kencang. Monitoring ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang terjadi sekaligus memastikan keamanan masyarakat,” tegas Adi.

Ia menyampaikan, hasil pemantauan sementara, terdapat beberapa kerusakan akibat cuaca ekstrem, namun tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun gangguan besar terhadap aktivitas masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca, khususnya saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Apabila menemukan kondisi darurat atau potensi gangguan, segera melaporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Kembali Digelar di Bali, Circle K Run Target 3 Ribu Peserta
BAGIKAN