DPRD Badung meninjau CAS Petang dan mendorong optimalisasi fasilitas penyimpanan untuk menekan inflasi serta melindungi petani dari fluktuasi harga panen. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyikapi keberadaan fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Pasar Petang. Sebab, fasilitas yang dibangun pada periode 2018-2019 itu dinilai belum menunjukkan gaung pemanfaatan yang optimal di tengah kebutuhan stabilisasi harga hasil pertanian.

Bupati Adi Arnawa mengatakan, pihaknya meminta Perumda Pasar dan Pangan MGS mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Pasar Petang. Fasilitas berkapasitas 20 ton ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas komoditas pangan, terutama yang mudah rusak.

“Keberadaan CAS memperkuat peran Perumda Pasar dan Pangan dalam menyerap hasil produksi petani secara maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, CAS memungkinkan penyimpanan hasil pertanian dalam kondisi atmosfer terkontrol, sehingga umur simpan produk lebih panjang tanpa menurunkan kualitas.

Baca juga:  Pengunjung Pasar Petang Terjaring Razia Prokes

Dengan teknologi ini, hasil panen tidak harus langsung dijual saat harga rendah, melainkan bisa disimpan hingga kondisi pasar lebih stabil. “Ketersediaan pangan harus dijaga. Karena salah satu penyebab inflasi adalah keterbatasan pasokan. Dengan dukungan fasilitas penyimpanan yang baik dan peran off-taker yang kuat, kita bisa menjaga stabilitas harga sekaligus membantu petani,” katanya.

Selain itu, Bupati juga telah mengarahkan Dinas Pertanian untuk meningkatkan produksi komoditas strategis. Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan produksi harus diiringi jaminan pasar agar petani tetap termotivasi. “Ini juga menjadi bagian dari upaya menekan alih fungsi lahan pertanian. Kalau petani mendapatkan kepastian pasar dan keuntungan yang layak, tentu mereka akan tetap bertani,” ujarnya.

Baca juga:  Ida Bhatara Pura Luhur Batukau "Ngelawa," Petani di 2 Desa Ini Libur 3 Hari

Ia berharap sinergi antara petani, Perumda Pasar dan Pangan, serta pemerintah daerah mampu membangun ekosistem pangan berkelanjutan. Pemanfaatan CAS pun menjadi instrumen penting dalam menjaga stok, menekan inflasi, dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Badung.

“Saya berharap Perumda Pasar dan Pangan bisa menjadi off-taker bagi petani-petani kita. Dengan begitu ada kepastian bahwa hasil produksi mereka akan terserap pasar,” harapnya.

Sebelumnya, Fraksi Golkar menilai perlu evaluasi menyeluruh terhadap operasional CAS, mulai dari pemanfaatan, kesiapan SDM, biaya operasional hingga dampak langsung terhadap petani dan pendapatan daerah.

Baca juga:  Sosialisasi Pembangunan SPAM Mata Air Segening, Bupati Suwirta Minta Rekanan Bekerja Secara Maksimal

“Kalau fasilitas seperti ini terbukti memberikan manfaat nyata bagi petani dan sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap kinerja usaha Perumda, tentu layak menjadi perhatian pemerintah untuk dikembangkan lebih lanjut,” ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD Badung, I Gusti Ngurah Saskara.

Fraksi Golkar memandang optimalisasi CAS Petang dapat menjadi model kebijakan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, mengendalikan inflasi, serta meningkatkan daya saing sektor pertanian di Kabupaten Badung. Jika dimanfaatkan secara maksimal, fasilitas ini berpotensi menjadi bagian penting dalam rantai pasok pangan yang modern, efisien, dan berpihak pada petani. (Parwata/balipost)

BAGIKAN