
DENPASAR, BALIPOST.com – Jelang Hari Raya Galungan, masyarakat diimbau tetap mengedepankan aspek keselamatan saat memasang penjor, khususnya yang berada di dekat jaringan listrik. Imbauan tersebut disampaikan Petajuh Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen.
Menurutnya, pemasangan penjor merupakan bagian penting dari sarana ritual keagamaan yang telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Bali. Di tengah kemajuan peradaban saat ini, masyarakat diimbau perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat timbul apabila pemasangan dilakukan tanpa memperhatikan kondisi di sekitar, terutama keberadaan jaringan listrik.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tetap waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin muncul saat memasang penjor. Penjor adalah bagian penting dari pelaksanaan ritual umat Hindu di Bali, tetapi keselamatan juga harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya di PLN Renon, Kamis (11/6).
Ia menegaskan, apabila masyarakat menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan saat pemasangan penjor, diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PLN. Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, diyakini akan ditemukan solusi yang tetap mengakomodasi kebutuhan pelaksanaan tradisi sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.
Sementara itu, Manajer K3L dan Keamanan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali mengingatkan masyarakat agar menjaga jarak aman penjor dengan jaringan listrik. Jarak aman yang direkomendasikan adalah minimal 2,5 meter dari jaringan listrik guna menghindari risiko gangguan maupun kecelakaan kelistrikan.
PLN juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kondisi pemasangan penjor yang berpotensi membahayakan. Laporan dapat disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile maupun layanan Contact Center 123 agar petugas dapat melakukan penanganan dan tindak lanjut secepatnya.
Selain penanganan kondisi yang bersifat segera, PLN juga membuka ruang evaluasi terhadap jaringan listrik di lokasi-lokasi tertentu yang dinilai menyulitkan pemasangan penjor sesuai standar keselamatan. Apabila setelah dilakukan kajian ditemukan kebutuhan penyesuaian konstruksi jaringan, PLN akan mempertimbangkannya melalui proses perencanaan dan evaluasi lebih lanjut.
Beberapa alternatif yang dapat dilakukan antara lain penggunaan kabel berisolasi atau penyesuaian konstruksi jaringan untuk meningkatkan jarak aman dari lokasi yang secara rutin digunakan masyarakat memasang penjor.
PLN berharap partisipasi masyarakat dalam melaporkan potensi bahaya dapat membantu menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Galungan sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan adat dan keagamaan berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat. (Widiastuti/balipost)










