Penampilan Kreativitas siswa SLB 1 Singaraja.(BP/istimewa)

 

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kelulusan siswa kelas XII SLB Negeri 1 Buleleng dirayakan dengan cara istimewa. Selain prosesi pelepasan, para siswa menampilkan berbagai karya vokasi dan pertunjukan seni dalam sebuah pameran dan pentas yang digelar di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan pendidikan para siswa sekaligus menampilkan berbagai potensi dan kreativitas yang telah dikembangkan selama menempuh pendidikan di sekolah.

Kepala SLB Negeri 1 Buleleng, Made Winarsa, mengatakan saat ini sekolah yang dipimpinnya memiliki 157 siswa dengan berbagai karakteristik dan kebutuhan khusus. Keberagaman tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga pendidik untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal dan inklusif.

Baca juga:  Tim Gabungan Turunkan Paksa APK

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila memperoleh pendampingan dan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena itu, sekolah terus berupaya menghadirkan program pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan dan kemandirian siswa.

Selain layanan pendidikan, SLB Negeri 1 Buleleng juga memiliki fasilitas asrama yang mampu menampung hingga 40 siswa. Asrama tersebut diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari daerah yang jauh dari sekolah dengan syarat telah memiliki tingkat kemandirian yang memadai.

“Kehadiran asrama ini diharapkan dapat mendukung akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus, baik di Kabupaten Buleleng maupun wilayah sekitarnya,” ujarnya.

Baca juga:  BMPS Bali Tuntut Kembalikan Ribuan Siswa Swasta yang Hilang

Pada kesempatan itu, Winarsa juga memberikan motivasi kepada para orang tua agar tidak pernah merasa putus asa dalam mendampingi anak-anak mereka.

Ia menegaskan bahwa setiap anak berkebutuhan khusus memiliki kelebihan yang dapat menjadi modal untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Di balik keterbatasan yang dimiliki, pasti ada kelebihan yang tertanam dalam diri setiap anak. Tugas kita bersama, khususnya para guru, adalah menggali dan mengangkat potensi tersebut ke permukaan sehingga dapat berkembang secara maksimal. Karena itu, jangan pernah merasa rendah diri dan tetaplah percaya pada kemampuan anak-anak kita,” katanya.

Baca juga:  Telkom Denpasar Serahkan Hadiah Pemenang Program Undian IndiHome Miliarder 2020 Periode 4

Melalui pameran karya vokasi dan pentas seni yang digelar, para siswa menunjukkan berbagai kemampuan di bidang seni, keterampilan, dan kreativitas. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu berprestasi dan berkarya apabila diberikan kesempatan, dukungan, serta lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

“Tidak hanya bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah, tetapi juga bagi para orang tua dan guru yang selama ini mendampingi proses belajar dan tumbuh kembang mereka,” tandasnya. (Yuda/balipost)

BAGIKAN