Duta Badung tampil memukau di PKB 2026 lewat garapan Baradwara yang mengangkat konsep penyucian jiwa dari ritual Sanghyang Jaran. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Tak ingin seni hanya hidup saat festival, Pemeritah Kabupaten Badung bakal menyiapkan langkah konkret agar panggung budaya di Badung tetap bergeliat sepanjang tahun. Komitmen ini menjadi angin segar bagi para pelaku seni yang selama ini menunggu momentum Pesta Kesenian Bali (PKB) untuk tampil.

Kadis Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana, mengatakan pihaknya telah menerima instruksi untukk merancang konsep penyediaan panggung khusus bagi sanggar seni lokal. Nantinya, ruang ini akan dimanfaatkan sebagai wadah pertunjukan rutin yang tidak hanya memperkuat eksistensi seniman, tetapi juga menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

“Untuk clue Bapak Bupati sudah sampaikan, namun kami masih melakukan penajamannya dan pembahasan. Sebab, Bapak Bupati memang konsen penggalian, pelestarian dan pengembangan seni, tradisi, adat dan budaya,” ungkap Gede Sukadana pada Minggu (5/7).

Baca juga:  Seribu Penari Rejang Sutri Tampil dalam Peringatan Sahasra Warsa Batuan

Seperti diketahui, Pemkab Badung memiliki Balai Budaya Giri Nata Mandala yang bertaraf internasional. Tempat ini representatif untuk menjadi wadah pagelaran rutin para seniman di Gumi Keris. Meski demikian, Gede Sukadana masih melakukan kajian secara konferhansip terkait pemanfaaat ruang publik.

“Terlepas dari pemanfaatan balai budaya atau pembangunan fasum untuk ajang seniman menampilkan karya seninya, ini masih dicermati secara seksama. Intinya harapan Bapak Bupati ada sebuah tempat yang memang representatif bagi para seniman untuk menampilkan potensinya secara rutin,” tegasnya.

Baca juga:  'Banjar Menari' Digelar Akhir Juni, Badung Turunkan 62 Pengajar Seni ke Desa

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat menyaksikan pementasan di PKB menyebutkan, potensi seni di Badung sangat besar. Karena itu, ke depan pihaknya tengah memikirkan agar sanggar-sanggar seni di Badung memiliki kesempatan tampil secara rutin, bukan hanya saat PKB. “Mudah-mudahan kami dapat menyiapkan tempat khusus sehingga mereka bisa terus berkarya sekaligus menyuguhkan atraksi budaya bagi wisatawan,” ujarnya.

Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga keberlanjutan seni tradisional Bali di tengah derasnya arus modernisasi. Dengan adanya panggung tetap, seniman tidak hanya memiliki ruang ekspresi, tetapi juga peluang ekonomi yang lebih stabil melalui pertunjukan berkelanjutan.

Bupati Adi Arnawa juga mengaku bangga terhadap penampilan para duta seni Badung dalam ajang PKB. Ia menilai kualitas performa yang ditampilkan menunjukkan tingkat kesiapan yang sangat matang, hasil dari latihan dan dedikasi tinggi para seniman.

Baca juga:  BU Kantongi Lisensi Tampil di Liga Asia dan Liga 1

Menurutnya, seni dan budaya bukan sekadar hiburan, melainkan fondasi utama dalam membangun citra Badung sebagai destinasi pariwisata dunia. Karena itu, keberadaan panggung seni rutin akan memperkuat identitas budaya sekaligus memperkaya pengalaman wisata berbasis kearifan lokal.

“”Ke depan, konsep ini diharapkan mampu menghidupkan ekosistem seni secara berkelanjutan, membuka peluang kolaborasi, serta memperluas akses masyarakat dan wisatawan untuk menikmati kekayaan budaya Badung setiap saat,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN