
SINGASANA, BALIPOST.com – Sebuah truk tronton bermuatan sekitar 35 ton semen mengalami kecelakaan tunggal di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di sebelah barat Jembatan Yeh Nu, Banjar Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Rabu (10/6), sekitar pukul 11.10 WITA. Diduga rem kendaraan tidak berfungsi saat melintasi jalan menurun sehingga sopir kehilangan kendali.
Beruntung, pengemudi Ahmad Hoiri (43), warga Banyuwangi, bersama kernetnya selamat tanpa luka. Namun kecelakaan tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat lantaran truk menabrak pohon dan merobohkan tiang listrik serta tiang jaringan internet di pinggir jalan.
Informasi yang dihimpun, truk yang mengangkut semen itu melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Saat memasuki ruas jalan turunan di sekitar lokasi kejadian, kendaraan diduga mengalami gangguan pengereman.
Karena tidak terkendali, truk kemudian oleng ke bahu jalan sebelah utara dan menghantam pohon serta tiang utilitas. Benturan keras mengakibatkan tiang listrik dan tiang provider jaringan internet roboh, sementara kabel menjuntai melintang di badan jalan.
Kapolsek Kerambitan, Kompol I Kadek Ardika mengatakan, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah fungsi pengereman kendaraan tidak bagus saat melintasi jalur menurun.
“Dugaan sementara rem kendaraan tidak berfungsi sehingga sopir kehilangan kendali. Kendaraan lalu oleng dan menabrak pohon serta tiang listrik di bahu jalan,” ujarnya.
Menurut Kompol Ardika, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sopir dan kernet berhasil selamat meski kendaraan mengalami kerusakan akibat benturan.
“Robohnya tiang listrik dan tiang jaringan internet sempat membuat arus lalu lintas macet. Petugas langsung melakukan pengaturan lalu lintas dan berkoordinasi dengan PLN serta pihak provider untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Kondisi tersebut sempat menghambat kelancaran lalu lintas di jalur utama Denpasar-Gilimanuk yang saat kejadian cukup padat. Personel Polsek Kerambitan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan arus kendaraan dan mengantisipasi kemacetan yang lebih panjang.
Selain melakukan pendataan terhadap sopir dan kernet, petugas juga berkoordinasi dengan pihak PLN serta penyedia jaringan internet guna mempercepat penanganan tiang dan kabel yang rusak. Setelah kabel yang melintang berhasil diamankan, arus lalu lintas kembali normal. Meski demikian, proses perbaikan dan penggantian tiang listrik maupun tiang jaringan internet masih menunggu penanganan dari instansi terkait. (Puspawati/balipost)










