Dua pekerja sedang memindahkan sak semen. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pasokan semen sekitar sebulan lalu sempat langka karena adanya berbagai kendala. Bahkan, harganya sempat melonjak Rp5.000 per saknya.

Namun, menurut salah seorang pemilik toko bangunan di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Agung Mita, Jumat (29/8), pasokan semen sudah mulai lancar, tidak ada kendala rebutan lagi untuk mendatangkan pasokan. “Kondisi sudah lebih baik dari sebelumnya. Meski belum selancar dulu,” katanya.

Baca juga:  SMKN 1 Denpasar Wisuda 725 Lulusan, Sebanyak 62 Orang Sudah Diterima di PTN

Demikian untuk harga yang sebelumnya sempat naik hingga Rp5.000 per saknya, kini sudah normal. Harga semen sendiri kata dia bekisar Rp52.000 hingga Rp62.000 per sak tergantung jenis atau merk semen.

Agung Mita mengakui sempat ada kelangkaan semen di pasaran. Kondisi tersebut terjadi akibat terganggunya akses Jawa-Bali setelah jebolnya jalan di Selemadeg, Tabanan. Saat itu, dikatakannya, perusahaan yang bergerak sebagai distributor semen menjatah pasokan akibat minimnya stok di gudang.

Baca juga:  Astra Motor Bali Umumkan Pemenang Kontes Kreativitas Pembelajaran Online Uji Kompetensi Guru SMK

Ia pun sempat kelimpungan karena banyaknya permintaan dari pelanggan. “Kalau sekarang kondisi jauh lebih lancar,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Bali Anak Agung Dharma Setiawan mengaku, pasokan semen belum lancar sepenuhnya. Ada beberapa wilayah yang sulit mendapatkan pasokan. “Kalau untuk daerah Jembrana sudah lancar. Disini (Denpasar) beberapa masih bilang pasokan belum lancar,” katanya.

Menurutnya, ada pengurangan jumlah distribusi dari pabrik mengingat adanya pengaturan tonase di Ketapang. Dengan itu ada penurunan volume pengiriman, sehingga pembagian kuota belum maksimal. (Widiastuti/bisnisbali)

Baca juga:  WNA Langgar Aturan Marak, Kapolda Bali Undang Konjen
BAGIKAN