Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta.(BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Di tengah masih ditemukannya kasus rabies pada hewan di Kabupaten Jembrana, ketersediaan vaksin rabies dipastikan dalam kondisi aman. Pemerintah daerah menyatakan pasokan vaksin yang disalurkan Pemerintah Provinsi Bali masih mampu memenuhi kebutuhan program vaksinasi di wilayah Jembrana.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengatakan hingga saat ini distribusi vaksin rabies tidak mengalami kendala.

“Persediaan vaksin masih mencukupi. Dukungan dari pemerintah provinsi terus berjalan sehingga kebutuhan vaksinasi di Jembrana dapat terpenuhi,” ujarnya belum lama ini.

Baca juga:  Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Ditutup Empat Jam

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, populasi anjing di kabupaten tersebut mencapai sekitar 40.400 ekor. Untuk menekan risiko penyebaran rabies, vaksinasi terus digencarkan secara bertahap di seluruh wilayah.

Program vaksinasi yang sebelumnya diprioritaskan di Kecamatan Melaya dan Negara akan diperluas ke kecamatan lainnya sesuai jadwal petugas kesehatan hewan. Selain vaksinasi, sosialisasi mengenai pengendalian populasi hewan peliharaan juga terus dilakukan kepada masyarakat.
Sugiarta menjelaskan, hingga Juni 2026 tercatat 33 kasus rabies pada hewan di Jembrana. Meski masih ditemukan kasus, jumlah tersebut disebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca juga:  Cara Mengontrol Pengeluaran Berdasarkan Zodiak

Ia menegaskan bahwa rabies tidak hanya dapat ditularkan oleh anjing. Kucing dan sejumlah hewan berdarah panas lainnya juga berpotensi menjadi sumber penularan penyakit tersebut.

Karena itu, ke depan vaksinasi tidak hanya menyasar anjing, tetapi juga kucing. Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya indikasi kasus rabies yang melibatkan kucing sebagai hewan penular.

“Selain anjing, vaksinasi kucing juga akan menjadi prioritas karena ada indikasi kasus yang melibatkan kucing sebagai hewan yang berpotensi menularkan rabies,” katanya.

Baca juga:  AWcorna Dikembangkan Menjadi Merek Dagang Vaksin Covid-19 di Indonesia

Sementara itu, sepanjang tahun 2026 tercatat satu kasus suspek rabies pada manusia di Jembrana. Kasus tersebut terjadi di Banjar Kembangsari, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya. Masyarakat yang memelihara anjing, kucing maupun kera diimbau untuk secara rutin memberikan vaksin rabies kepada hewan peliharaannya. Pemilik juga diminta tidak membiarkan hewan berkeliaran bebas karena dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.

“Kami mengharapkan seluruh pemilik hewan peliharaan melakukan vaksinasi secara berkala dan memelihara hewannya dengan baik, tidak dilepasliarkan,” tegas Sugiarta. (Surya Dharma/balipost)

 

BAGIKAN