
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung mulai merombak total pola penjaringan duta seni untuk menentukan perwakilan daerah pada Pesta Kesenian Bali (PKB). Seleksi yang sebelumnya dinilai belum sepenuhnya kompetitif kini akan diarahkan melalui festival seni tingkat kecamatan.
Kebijakan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap keikutsertaan Badung dalam PKB sekaligus upaya memperkuat regenerasi seniman dari tingkat desa dan kelurahan. Meski demikian, penerapannya masih dalam tahap perancangan dan diharapkan bisa mulai dilaksanakan pada penjaringan perwakilan Badung di PKB mendatang.
“Ke depan penentuan duta seni tidak lagi dilakukan dengan memilih kelompok atau seniman secara langsung, melainkan melalui proses seleksi berjenjang yang dimulai dari masing-masing kecamatan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana, Senin (8/6).
Melalui skema ini, penjaringan seniman akan berlangsung lebih terbuka dan kompetitif. Setiap kecamatan diharapkan mampu menghadirkan potensi terbaiknya sebelum melaju ke tingkat kabupaten.
“Kami masih buatkan formulanya. Termasuk kami akan berdiskusi dengan para pakar seni agar program tersebut dapat segera terealisasi. Sehingga kita bisa mengetahui bibit-bibit seniman di setiap kecamatan,” jelasnya.
Selain memperbaiki sistem seleksi, Dinas Kebudayaan juga menekankan pentingnya inovasi dalam setiap penampilan. Pembaharuan dinilai menjadi kunci agar kontingen Badung tetap menarik dan tidak monoton dalam setiap ajang PKB. “Seluruh gagasan baru yang lahir dari kreativitas para seniman dipastikan tidak akan keluar dari pakem dan akar budaya asli Badung,” ungkapnya.
Ia menambahkan, inovasi dapat dikembangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya. Salah satu contohnya terlihat pada kreativitas pembuatan ogoh-ogoh yang selalu berhasil menarik perhatian masyarakat. “Jadi setiap pementasan kami ingin ada gebrakan sehingga penonton menanti-nanti penampilan duta Kabupaten Badung,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk PKB tahun ini, kontingen Badung dipastikan mengikuti seluruh agenda, termasuk kategori lomba dan pawai peed aya yang akan digelar pada 13 Juni mendatang. Sebanyak 1.250 seniman dan tim pendukung akan terlibat dalam ajang tersebut.
Persiapan kontingen pun dinilai hampir rampung. Kesiapan fisik, materi, hingga mental peserta disebut sudah mencapai tahap akhir menjelang hari pelaksanaan. “Nanti di tanggal 13 itu ada peed aya, pawainya. Kesiapan kontingen sampai saat ini kita bisa sampaikan 90 persen lebih sudah siap,” ucapnya. (Parwata/balipost)










