
DENPASAR, BALIPOST.com – Menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali memperkuat langkah-langkah pengendalian harga serta pengawasan ketersediaan bahan kebutuhan pokok guna menjaga stabilitas pasar dan melindungi daya beli masyarakat.
Kadisperindag Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, mengatakan berbagai upaya telah dan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama rangkaian hari raya dapat terpenuhi dengan harga yang tetap terkendali.
Menurutnya, salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pemantauan harga harian secara intensif. Melalui Bidang Perdagangan Dalam Negeri, diungkapkan bahwa Disperindag Bali secara rutin melakukan monitoring harga di pasar rakyat, pasar tradisional, distributor, serta pusat-pusat perdagangan. Pemantauan ini difokuskan pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam, daging ayam ras, dan daging babi.
“Kami bersama tim satgas terpadu yang terdiri dari Polda Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta instansi terkait lainnya terus melakukan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional untuk mendeteksi sejak dini potensi kenaikan harga komoditas strategis,” ujarnya, Kamis (4/6).
Selain memantau harga, Disperindag Bali juga melakukan verifikasi dan pengawasan terhadap ketersediaan stok barang. Pengawasan dilakukan pada distributor, agen, gudang, hingga pasar tradisional guna memastikan pasokan mencukupi selama periode Galungan hingga Kuningan serta mengantisipasi terjadinya kelangkaan barang.
Upaya pengendalian harga juga diperkuat melalui koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan Polda Bali, Perum Bulog, Dinas Pertanian, dan berbagai instansi terkait lainnya. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi barang sekaligus mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.
Sebagai bagian dari strategi menjaga keterjangkauan harga, Disperindag Bali juga akan menggelar pasar murah di sejumlah wilayah. Kegiatan ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh barang dengan harga yang lebih terjangkau.
“Menjelang hari raya, kami akan melaksanakan pasar murah di wilayah Kesiman Petilan, Denpasar pada 9 Juni 2026 dan di Tulikup, Gianyar pada 23 Juni 2026,” ungkap Wiryanata.
Dalam pelaksanaan pasar murah tersebut, sejumlah komoditas utama yang akan disediakan antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, serta berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pelaksanaan upacara keagamaan.
Disperindag Bali juga terus memperketat pengawasan distribusi barang melalui Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga bersama Satgas Pangan. Pengawasan dilakukan di seluruh rantai distribusi guna memastikan tidak terjadi praktik penimbunan maupun aktivitas perdagangan yang berpotensi memicu kenaikan harga secara tidak wajar.
Lebih lanjut, pengawasan difokuskan pada komoditas yang berisiko memberikan kontribusi terhadap inflasi daerah dan biasanya mengalami peningkatan permintaan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Komoditas tersebut meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam, daging ayam ras, daging babi, serta berbagai bahan kebutuhan upacara keagamaan.
“Komoditas-komoditas tersebut merupakan penyumbang inflasi yang perlu dijaga stabilitas harga dan pasokannya agar masyarakat dapat merayakan Galungan dan Kuningan dengan tenang,” tegasnya. (Ketut Winata/balipost)










