Wamendikdasmen saat meninjau hasil revitalisasi bangunan sekolah di SMPN 6 Tabanan, Kamis (4/6). (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., meninjau sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Tabanan, Kamis (4/6).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program revitalisasi sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai harapan pemerintah pusat.

Didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama, serta sejumlah anggota DPRD Tabanan, Wamendikdasmen mengawali kunjungan di SMP Muhammadiyah Tabanan. Selanjutnya rombongan meninjau kondisi SDN 3 Sembung Gede, Kerambitan yang mengalami kerusakan berat serta melihat hasil revitalisasi di SMPN 6 Tabanan.

Baca juga:  Pascakebakaran, Segini Estimasi Perbaikan Pasar Baturiti

Menurut Fajar Riza Ul Haq, kunjungan tersebut bertujuan memastikan kualitas pelaksanaan program revitalisasi sekolah yang telah digulirkan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta didik. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar siswa memperoleh makanan yang aman, sehat, dan bergizi.

“Kami ingin memastikan program-program Presiden Prabowo berjalan dengan baik. Evaluasi dan monitoring akan terus dilakukan agar kualitas pelayanan pendidikan semakin baik dan kebutuhan gizi anak-anak dapat terjamin,” ujarnya.

Di SMPN 6 Tabanan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menggelontorkan anggaran revitalisasi lebih dari Rp2 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan lima ruang kelas baru, rehabilitasi sejumlah fasilitas sekolah, serta pembangunan tiga unit toilet.

Baca juga:  OPD Hingga Sekolah Diminta Tinggalkan Kegiatan Seremonial Tak Ramah Lingkungan

Selain sarana pendidikan, Wamendikdasmen juga mengecek implementasi program tunjangan profesi guru non-ASN sebesar Rp2 juta per bulan yang telah berjalan sejak tahun lalu. Dari hasil pemantauan di lapangan, program tersebut sudah mulai dirasakan para guru, termasuk di sekolah swasta. “Di Bali, khususnya di Tabanan, saya cek tadi di sekolah swasta program ini sudah berjalan,” katanya.

Dalam kunjungannya ke SDN 3 Sembung Gede, Fajar mengaku prihatin melihat kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat. Saat ini siswa terpaksa menjalani proses belajar mengajar di ruang perpustakaan yang difungsikan sebagai kelas darurat.

Baca juga:  RAPBD 2019, Badung Rasionalisasi Anggaran Pendidikan Hingga Rp 69 Miliar

Ia menjelaskan, tahun 2026 Presiden Prabowo mengalokasikan anggaran revitalisasi untuk sekitar 71 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Program tersebut diprioritaskan bagi sekolah dengan kategori rusak berat, sekolah yang terdampak bencana, serta sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Saya lihat SDN 3 Sembung Gede masuk kategori rusak berat. Saya sudah meminta Direktorat SD di kementerian untuk menindaklanjuti dan memastikan sekolah ini masuk daftar prioritas karena memang sangat membutuhkan penanganan segera. Anak-anak saat ini masih belajar di ruang kelas darurat,” tegasnya. (Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN