
GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar terus bergerak cepat mencari solusi permanen guna mengatasi persoalan kekurangan tenaga pendidik di wilayahnya. Kondisi kekurangan guru bergerak terus seiring dengan waktu purna bakti para guru di satuan pendidikan.
Langkah strategis jangka panjang kini tengah disiapkan melalui pengusulan formasi tambahan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Wayan Mawa, Kamis (4/6) menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam menyikapi kondisi ini. Pihaknya berkomitmen penuh untuk memperjuangkan pemenuhan kebutuhan guru secara permanen, dengan tetap berpegang pada peraturan perundang-undangan yang berlaku demi menjaga mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Gianyar.
“Usulan penambahan formasi ASN untuk tenaga guru saat ini sedang diproses intensif dan digodok’ guna mengisi kekosongan yang ada berkolaborasi dengan Perangkat Daerah terkait,” ujar Wayan Mawa.
Sebagai dasar penguatan usulan ke pemerintah pusat, Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar kini gencar melakukan pendataan mendalam secara berkala. Langkah ini diambil agar usulan formasi yang diajukan nantinya benar-benar akurat dan sesuai dengan kondisi objektif di lapangan.
Wayan Mawa menjelaskan, proses pemetaan dan validasi data ini mencakup beberapa poin krusial, di antaranya dengan menghitung analis beban kerja secara detail sehingga jumlah pasti kekurangan guru di semua jenjang pendidikan dan seluruh satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Gianyar.
Langkah selanjutnya dengan mendata kembali para guru yang telah beralih status atau mutasi, baik yang lolos menjadi PPPK maupun PNS.
Langkah validasi data ini dinilai sangat mendasar. Dengan data yang valid, pengajuan formasi ke pemerintah pusat dipastikan akan tepat sasaran, sehingga mampu menyelesaikan persoalan krisis guru di Kabupaten Gianyar secara menyeluruh dan berkesinambungan. (Wirnaya/balipost)










