Petani garam Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, kembali mulai memproduksi garam saat memasuki musim kemarau.(BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Saat ini peralihan musim telah terjadi, yakni dari musim hujan ke musim panas atau kemarau. Atas kondisi tersebut, sejumlah petani garam Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, mulai memproduksi garam.

Perbekel Baturinggit, I Putu Telantik mengungkapkan, sebelumnya ketika musim penghujan, para petani tidak memproduksi garam. Mengingat, saat ini sudah memasuki musim kemarau, para petani mulai kembali memproduksi garam. “Sekarang petani mulai memproduksi garam. Petani baru sekitar tiga minggu kembali membuat garam,” ujarnya.

Baca juga:  Petani Kelapa Desak Perda Janur Dikebut

Telantik mengungkapkan, bagi petani yang sudah menjemur air garam, maka hasilnya dalam waktu dekat baru bisa menjadi garam. “Sekitar seminggu baru jadi,” jelas Telantik.

Ia menyatakan saat ini jumlah petani garam hanya 18 orang dari dua kelompok, yakni kelompok Tukad Sayum sebanyak 11 orang, kelompok Sember Desa 7 orang.

Menurut Telantik, dalam proses pembuatan garam petani kini jauh lebih mudah. Pasalnya, untuk pembuatan garam kini telah dibantu oleh peralatan mesin. Sekarang dengan dibantu mesin, petani menjadi lebih mudah membuat garam, lebih santai tidak terlalu capek.

Baca juga:  Strategi Tiap Zodiak dalam Mengambil Risiko Finansial

“Sebelum dibantu mesin, biasanya petani mengambil air laut yang susah, terlebih lagi ketika air laut dan ombak besar. Tapi, dengan adanya mesin tidak perlu lagi megambil air ke laut karena sudah disedot mesin menggunakan pipa, serta meskipun gelombang besar atau air surut tetap aman,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan dibantu peralatan mesin ini juga membuat hasil produksi garam yang dihasilkan oleh para petani menjadi lebih maksimal. “Yang  tadinya sebelum dibantu mesin seminggu hanya menghasilkan 50 kilogram, dan sekarang sudah bisa  sampai satu kwintal,” imbuhnya.

Baca juga:  Hujan, Produksi Listrik PLTS di Kayubihi Turun

Untuk diketahui, di Baturinggit terdapat puluhan petani garam. Selama musim hujan, mereka tidak memproduksi garam. Untuk mengisi waktu agar bisa memenuhi kebutuhan dapur, mereka beralih menjadi petani maupun tukang. Dan kini, petani kembali memproduksi garam karena sudah memasuki musim kemarau. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN