Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Buleleng resmi dimulai. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng memastikan seluruh lulusan pada jenjang pendidikan TK, SD, hingga SMP dapat tertampung di sekolah negeri maupun swasta yang ada di wilayah Buleleng.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata, dikonfirmasi Selasa (2/6), menegaskan bahwa secara umum kapasitas daya tampung sekolah di Buleleng masih sangat mencukupi dibandingkan jumlah lulusan pada setiap jenjang pendidikan.

“Secara keseluruhan kita pastikan tidak ada masalah kuota. Baik dari TK ke SD maupun SD ke SMP, semua lulusan bisa tertampung. Bahkan kapasitas kita masih lebih besar dibandingkan jumlah lulusan,” tegasnya.

Untuk jenjang SD, daya tampung sekolah negeri dan swasta mencapai 14.725 kursi, sementara jumlah lulusan TK tahun ini sebanyak 8.639 anak. Sementara pada jenjang SMP, daya tampung sekolah negeri dan swasta mencapai 12.966 kursi, sedangkan jumlah lulusan SD tahun ini tercatat sebanyak 10.915 siswa. Dengan kondisi tersebut, Disdikpora memastikan tidak ada potensi anak tidak tertampung.

Baca juga:  Pendaftaran SNPMB 2025 Resmi Dibuka, Simak Jadwalnya

Surya Bharata menambahkan, pihaknya terus memetakan kebutuhan peserta didik di setiap wilayah agar distribusi siswa lebih merata. “Kalau bicara angka memang aman. Tapi yang menjadi perhatian kami adalah sebarannya. Ada sekolah yang penuh karena berada di kawasan padat penduduk, sementara ada sekolah lain yang masih longgar,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah perkotaan seperti Singaraja, yang mengalami peningkatan jumlah penduduk dan kawasan permukiman baru, namun belum diimbangi dengan pemerataan fasilitas pendidikan.

Baca juga:  Pengembangan Ekonomi Digital Agar Mampu Menjangkau Semua Sektor

“Ini berkaitan dengan perkembangan wilayah. Permukiman baru tumbuh, tapi tidak selalu diikuti penambahan sekolah. Ini yang terus kami evaluasi agar ke depan tidak terjadi penumpukan di titik tertentu,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Disdikpora mendorong optimalisasi sekolah-sekolah yang masih memiliki daya tampung serta melibatkan sekolah swasta sebagai alternatif pilihan masyarakat. “Kami dorong agar sekolah yang masih kurang murid bisa dioptimalkan. Termasuk sekolah swasta yang dibangun masyarakat, juga menjadi bagian penting dalam pemerataan layanan pendidikan,” tambahnya.

Terkait pelaksanaan SPMB, Disdikpora Buleleng telah menyiapkan tahapan sejak awal tahun. Januari dilakukan perencanaan, Februari penyusunan SK dan petunjuk teknis, Maret sosialisasi, April bimbingan teknis jenjang PAUD dan SMP, Mei untuk SD, dan Juni pelaksanaan penerimaan murid baru.

Pendaftaran SPMB dilakukan secara daring untuk jenjang TK, SD, dan SMP dengan sistem unggah dokumen sesuai persyaratan. Namun bagi wilayah yang mengalami kendala jaringan internet, pendaftaran tetap dapat dilakukan secara luring melalui sekolah asal atau sekolah tujuan.

Baca juga:  Terlibat Kasus Narkoba, Warga Australia Ditangkap

Untuk jenjang TK, pendaftaran dibuka mulai 2 hingga 30 Juni 2026 dengan ketentuan usia kelompok A 4–5 tahun dan kelompok B 5–6 tahun. Sementara itu, pada jenjang SD, calon peserta didik harus berusia maksimal 6 tahun per 1 Juli 2026 serta telah menyelesaikan pendidikan TK atau sederajat, kecuali bagi penyandang disabilitas.

Adapun pada jenjang SMP, pendaftaran dibuka melalui beberapa jalur, yakni jalur prestasi 2–5 Juni, jalur afirmasi 4–6 Juni, jalur mutasi 8–11 Juni, serta jalur domisili 10–20 Juni 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 27 Juni 2026. (Yuda/balipost)

BAGIKAN