Panen ikan bandeng di Desa Sumberklampok beberapa waktu lalu. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Keberhasilan komoditas ikan bandeng dari Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, menembus pasar luar negeri menjadi modal penting bagi Kabupaten Buleleng.Selain telah diterima pasar ekspor, budidaya bandeng di wilayah pesisir barat Buleleng dinilai memiliki prospek besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, saat dikonfirmasi Senin (1/6), mengatakan keberhasilan budidaya bandeng di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Sumberklampok menunjukkan potensi besar yang dimiliki wilayah Gerokgak. Dari 16 kolam aktif yang dikelola Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bunga Indah, sebagian hasil panen telah berhasil dipasarkan hingga ke Malaysia dan Filipina.

Baca juga:  Sepakat Berdamai, Gubernur Koster Berhasil Mediasi Kasus Pemukulan di Sidatapa

Menurutnya, budidaya yang dimulai sejak Desember lalu mampu menghasilkan panen dalam waktu sekitar lima hingga enam bulan. Kondisi perairan yang mendukung membuat pertumbuhan ikan berlangsung optimal hingga memenuhi standar pasar premium.

“Proyek demplot percontohan ini bertujuan memaksimalkan potensi laut demi ekonomi masyarakat pesisir. Tidak hanya berfokus di sektor hulu, program ini juga mendorong hilirisasi melalui unit usaha bandeng cabut duri guna mendongkrak nilai jual produk,” ujarnya.

Saat ini, sekitar 3 ton ikan bandeng telah dipanen dari total produksi yang diperkirakan mencapai 8 ton. Bandeng yang dihasilkan memiliki ukuran sekitar 3 hingga 4 ekor per kilogram, sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan pasar ekspor.

Baca juga:  Nyepi, Ini Jadwal Tak Beroperasinya Pelabuhan Padangbai

Ia berharap keberhasilan demplot budidaya bandeng premium di Sumberklampok dapat menjadi model pengembangan perikanan pesisir di wilayah lain. Dengan dukungan sumber daya laut yang melimpah, kawasan Gerokgak dinilai memiliki peluang besar berkembang menjadi pusat produksi bandeng unggulan.

Sementara itu, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan keberhasilan budidaya bandeng di Sumberklampok tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Keberhasilan tersebut diharapkan mampu memotivasi kelompok nelayan lainnya untuk mengembangkan usaha serupa.

Baca juga:  Geram Dijadikan Tempat Buang Sampah, Warga Undisan Pasang Spanduk Bernada Kutukan

“Mudah-mudahan keberhasilan ini menjadi contoh atau model yang memotivasi kelompok-kelompok lainnya dalam mengembangkan budidaya ikan bandeng, khususnya di wilayah Kecamatan Gerokgak,” katanya.

Menurut Sutjidra, saat ini lebih dari 60 kelompok nelayan telah terlibat dalam pengembangan budidaya bandeng di Kecamatan Gerokgak. Dengan potensi sumber daya yang dimiliki serta kualitas produk yang telah diterima pasar internasional.

“Pemkab Buleleng optimistis Gerokgak dapat berkembang menjadi kawasan unggulan produksi bandeng di Bali bahkan Indonesia,” katanya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN